Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir Rob Kotabaru Meluas, Ribuan Rumah Terendam

Jumain Radar Banjarmasin • Sabtu, 8 November 2025 | 10:50 WIB

TERGENANG: Jalanan dekat Siring Laut Kotabaru yang tergenang banjir Rob.
TERGENANG: Jalanan dekat Siring Laut Kotabaru yang tergenang banjir Rob.
KOTABARU – Fenomena banjir rob kembali menghantam wilayah pesisir Kotabaru.

Setelah Magrib, air laut pasang langsung menyerbu permukiman warga, merendam ribuan rumah di Kecamatan Pulau Laut Utara dan sekitarnya.

Pantauan Radar Banjarmasin menunjukkan, air telah menutupi sebagian jalan, termasuk kawasan Siring Laut hingga tikungan menuju Pelabuhan Panjang.

Sejumlah pengendara terpaksa menerjang genangan air asin demi melanjutkan perjalanan.

Kastaniah (65), warga Kelurahan Kotabaru Hulu, mengaku pasrah menghadapi kondisi ini.

“Setiap akhir tahun rumah selalu tergenang air laut. Barang-barang harus diganjal supaya tidak rusak,” ujarnya dengan nada sedih.

Desa Hilir Muara, Rampa, Semayap, Dirgahayu, hingga Sungai Taib menjadi kawasan terdampak paling parah.

Tahun lalu, genangan di beberapa rumah bahkan mencapai lutut orang dewasa.

Fenomena tahunan ini membuat warga bingung mencari solusi, karena dianggap sebagai bencana alam yang tak terhindarkan.

Kepala BPBD Kotabaru, Hendra Indrayana, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak pasang laut yang diprediksi terjadi pada Desember 2025.

“Mitigasi dan kesiapsiagaan perlu dilakukan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.

BPBD juga mengeluarkan jadwal kritis pasang air laut: 5–11 November, 19–26 November, serta 3–10 dan 18–26 Desember 2025.

Seluruh camat diminta menyiapkan jalur evakuasi, lokasi pengungsian sementara, serta memberikan edukasi kepada warga.

Dalam imbauannya, BPBD meminta masyarakat memindahkan barang berharga ke tempat lebih tinggi dan menghindari aktivitas di pesisir saat air pasang.

“Dengan kesiapsiagaan yang terencana, diharapkan dampak kerugian dan korban jiwa dapat diminimalisir,” tutup Hendra. (*) 

 

Editor : M. Ramli Arisno
#banjir rob Kotabaru #pasang air laut #mitigasi bencana #BPBD Kotabaru #peringatan dini