Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Perusahaan Sawit di Kabupaten Barito Kuala Diduga Buang Air Limbah ke Sungai, Warga Mengeluh Hasil Panen Turun

Maulana Radar Banjarmasin • Jumat, 7 November 2025 | 08:57 WIB

 

LIMBAH: Pompa berukuran besar di sejumlah titik area perkebunan sawit PT BPP, yang mengalir ke sungai Anjir Talaran.
LIMBAH: Pompa berukuran besar di sejumlah titik area perkebunan sawit PT BPP, yang mengalir ke sungai Anjir Talaran.

MARABAHAN – Warga di beberapa desa di Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengeluhkan dugaan aliran air limbah dari perkebunan sawit milik PT Barito Putra Plantation (BPP) yang berlokasi di Desa Antar Raya.

Pasalnya, air limbah buangan perusahaan tersebut dialirkan ke sungai kecil yang bermuara ke kawasan permukiman, perkebunan, dan persawahan warga.

Warga khawatir, saat musim hujan seperti sekarang, air tersebut dapat menggenangi lahan pertanian dan menurunkan hasil panen, tak hanya di Desa Antar Raya, tapi juga di Desa Antar Jaya dan Antar Baru.

Hadransyah, salah seorang perwakilan warga mengatakan kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Dua tahun terakhir, hasil panen warga di tiga desa tersebut mengalami penurunan, terutama tanaman semangka dan sayuran.

"Makanya kami minta perusahaan bisa duduk bersama di kantor desa, agar keluhan ini bisa segera disikapi. Harapan kami, pompa yang membuang air ke Sungai Anjir Talaran dihentikan. Sebaiknya dialirkan langsung ke Sungai Barito melalu Balukung dan Palingkau," ujar Hadransyah, usai melakukan pertemuan di kantor Desa Antar Raya, pada Selasa (4/11/2025).

"Jangan dibuang mengarah ke aliran desa kami. Padahal debit air sungai Talaran sudah tinggi, ini ditambah limbah sungai dari sawit dibuang ke arah desa kami. Ya jelas berdampaknya ke lingkungan kami," sambungnya.

Kepala Desa Antar Raya, Samsuriadi mengungkapkan, bahwa persoalan air buangan dari perkebunan sawit PT BPP memang telah lama dikeluhkan warga. Dampaknya, sejumlah lahan pertanian seperti sawah, kebun semangka, sayur, hingga karet terendam air, bahkan banyak tanaman yang tumbang.

"Setahun kemarin itu, mulai dari akhir tahun hingga Maret, sawah dan kebun warga banyak yang terendam. Anak padi dan pohon karet banyak yang mati. Makanya hari ini kami mempertemukan warga dan pihak perusahaan untuk mencari solusi," ujar Samsuriadi.

Dalam pertemuan tersebut, warga sepakat meminta agar perusahaan tidak lagi membuang air limbah ke arah Desa Antar Jaya dan Antar Raya. Mereka berharap aliran air dialihkan langsung ke Sungai Barito.

"Kami dari pemerintah desa hanya memfasilitasi. Permintaan warga sudah disampaikan ke pihak perusahaan. Memang keputusan akhir ada di pimpinan mereka," jelasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya ada beberapa mesin pompa perusahaan yang membuang air ke area sekitar plasma perkebunan. Kondisi itu dinilai memperparah genangan di lahan warga."Kalau dibiarkan, nanti warga yang rugi lagi. Tahun kemarin mereka sudah cukup menderita. Kami berharap masalah ini jangan sampai terulang," tekan Kades.

Menanggapi keluhan warga soal genangan air yang terjadi di sekitar area perusahaan, Manajer Humas PT BPP, Setiyono memastikan pihaknya akan mengambil langkah.

"Kami akan mengkaji terlebih dahulu arah aliran airnya, ke mana mengalirnya. Tidak bisa sepihak, nanti akan kita lakukan pengecekan bersama antara perusahaan dan masyarakat," ujarnya.

Menurut Setiyono, hasil kajian tersebut nantinya akan disampaikan kepada warga melalui kepala desa. "Setelah kita dapatkan hasilnya, baru akan kita berikan jawaban kepada masyarakat seperti apa solusi terbaiknya. Intinya kami ingin mencari win-win solution," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih menghitung luas area yang akan dikeringkan. "Jumlah pastinya belum bisa kami sampaikan, karena masih bergantung pada curah hujan dan kondisi lapangan," jelasnya.

Setiyono juga belum dapat memastikan waktu pelaksanaan pengkajian tersebut."Kami perlu menghitung jumlah pompa yang akan digunakan dan area yang akan dicakup. Dalam posisi pengalihan arus pun harus dihitung apakah arusnya mencukupi atau tidak. Semua akan kami dasarkan pada data agar solusi yang diambil benar-benar tepat," tandasnya.

Editor: Arif Subekti

Editor : Arief
#air limbah #Marabahan #barito putra #Kabupaten Barito Kuala #perusahaan sawit