Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

PTAM Bersujud Bangun Pipa Induk Baru, Mengatasi Krisis Air untuk Tiga Wilayah

Zulqarnain RB • Kamis, 6 November 2025 | 11:49 WIB
TAMPAK DEPAN: Kantor PTAM Bersujud di Batulicin yang menjadi pusat layanan distribusi air bersih untuk warga Tanah Bumbu. Mereka sedang bangun pipa induk baru untuk mengatasi krisis air.
TAMPAK DEPAN: Kantor PTAM Bersujud di Batulicin yang menjadi pusat layanan distribusi air bersih untuk warga Tanah Bumbu. Mereka sedang bangun pipa induk baru untuk mengatasi krisis air.

BATULICIN – Upaya PT Air Minum (PTAM) Bersujud untuk mengatasi krisis distribusi air di Desa Segumbang, Kersik Putih, dan Gunung Tinggi mulai menunjukkan progres.

Pembangunan pipa induk baru sepanjang empat kilometer kini mencapai 60 persen dan ditarget rampung pada awal 2026.

Masalah air bersih di tiga wilayah tersebut bukan persoalan baru.

Selama ini, suplai air bersumber dari booster Batulicin yang mendapat pasokan dari pipa induk di Desa Sarigadung.

Namun, pipa berusia tua itu hanya mampu menyalurkan air selama 16 jam per hari.

Akibatnya, air tak pernah mengalir penuh ke tiga wilayah di ujung distribusi itu.

Direktur PTAM Bersujud, Ardiansyah menyebut persoalan utama terletak pada infrastruktur lama yang sudah melewati masa pakainya.

Pipa dari jenis PVC yang digunakan sebelumnya hanya mampu menahan tekanan air hingga 3,5 bar.

Kondisi itu membuat debit air menurun drastis dan pipa kerap pecah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, PTAM mengganti jaringan lama dengan pipa High Density Polyethylene (HDPE) yang memiliki daya tahan lebih kuat terhadap tekanan air dan kerusakan lingkungan.

“Dengan pipa baru ini, kami menargetkan pelayanan 24 jam untuk warga Segumbang, Kersik Putih, dan Gunung Tinggi,” ujar Ardiansyah usai dikonfirmasi, Kamis (6/11/2025).

Selain kendala teknis, faktor eksternal seperti ketidakstabilan pasokan listrik PLN juga memperparah situasi.

Setiap kali terjadi gangguan listrik, sistem pompa otomatis berhenti bekerja, sehingga memutus distribusi air ke wilayah yang lebih jauh.

Ardiansyah menyebut keluhan masyarakat sudah menjadi perhatian manajemen.

Laporan masuk hampir setiap hari, baik melalui pesan singkat maupun pertemuan langsung.

Secara strategis, pembangunan pipa induk baru dianggap sebagai langkah jangka panjang untuk memperbaiki kualitas pelayanan air bersih di Tanah Bumbu.

Setelah pipa baru beroperasi penuh, PTAM Bersujud berharap tidak hanya bisa menstabilkan pasokan air, tetapi juga meningkatkan keandalan sistem distribusi untuk menghadapi pertumbuhan penduduk di masa mendatang.

“Insya Allah Desember nanti, proyek fisiknya selesai. Awal 2026, masyarakat sudah bisa menikmati distribusi air yang lancar,” simpulnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#PTAM Bersujud #pipa induk #krisis air