Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

ULM Jadi Tuan Rumah Pertemuan FP2TPK, Rektor Tegaskan Ketahanan Pangan Nasional

Nurhidayat • Kamis, 6 November 2025 | 10:29 WIB
MOMEN: Rektor ULM Prof. Ahmad bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan Ketua FP2TPK Indonesia Prof. Fredinan Yulianda saat foto bersama.
MOMEN: Rektor ULM Prof. Ahmad bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan Ketua FP2TPK Indonesia Prof. Fredinan Yulianda saat foto bersama.

BANJARBARU – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjadi tuan rumah pertemuan nasional ke-2 Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FP2TPK) Indonesia yang digelar di Ballroom Grand Qin Hotel Banjarbaru, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan yang mengangkat tema kolaborasi multi pihak sebagai perwujudan ketahanan pangan sektor perikanan ini, diikuti 219 peserta dari 51 perguruan tinggi perikanan dan kelautan di seluruh Indonesia, baik secara daring melalui Zoom maupun luring di lokasi acara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad, SH., M.Si., Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Ketua FP2TPK Indonesia Prof. Dr. Ir. Fredinan Yulianda, MSc, para dekan, serta perwakilan kampus anggota FP2TPK dari berbagai wilayah tanah air.

Dalam sambutannya, Prof. Ahmad menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk membicarakan arah masa depan bangsa melalui penguatan sektor perikanan dan kelautan.

“Indonesia memiliki potensi luar biasa di bidang perikanan dan kelautan, namun potensi tersebut belum tergarap secara maksimal. Pertemuan seperti ini diharapkan melahirkan ide dan gagasan baru yang memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi lembaga akademik yang menghasilkan teori, tetapi harus tampil di garis depan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Jangan sampai kita kalah dari Kapolda Kalsel yang telah mengembangkan 20 kolam bioflok di pesantren Nurul Hijrah. Ini contoh nyata bahwa kolaborasi lintas sektor bisa memperkuat ketahanan pangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan tentang ketahanan pangan, dengan paparan mengenai bedah peluang, tantangan, dan strategi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Ia menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor antara akademisi, aparat, dan masyarakat agar sistem pangan nasional menjadi mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ULM, Dr. Ir. H. Untung Bijaksana, MP, selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa forum FP2TPK tahun ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai tiga bulan sebelumnya.

“Kami juga telah menggelar lomba poster penelitian dan pengabdian masyarakat yang diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Mahasiswa turut berperan besar dalam penyelenggaraan acara ini, termasuk keterlibatan UMKM lokal yang kami beri ruang promosi di lokasi kegiatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FP2TPK Indonesia Prof. Fredinan Yulianda menilai bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi perikanan dan kelautan di Indonesia.

“Indonesia dikenal sebagai negara maritim, namun kontribusi sektor perikanan terhadap pendapatan nasional masih jauh dari potensinya. Melalui forum ini, kita ingin memperkuat sistem pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang terintegrasi dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.

Prof. Fredinan menambahkan, FP2TPK akan terus menjadi jembatan komunikasi antarperguruan tinggi dalam membangun riset bersama dan mengembangkan inovasi berbasis sumber daya kelautan.

“Harapan kami, hasil dari forum ini tidak berhenti di diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Editor : Nurhidayat
#Rektor ULM #banjarbaru #ULM #Ketahanan pangan 2025 #ketahanan pangan nasional #perikanan dan kelautan