Tim gabungan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), Polres Banjar, dan Satpol PP menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPBU di Kabupaten Banjar.
Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati, menjelaskan langkah ini merespons dugaan Pertalite bercampur air yang bikin kendaraan mogok atau brebet.
Baca Juga: Heboh Puluhan Motor Mogok Setelah Isi Pertalite di Banjarbaru, Mekanik Ungkap Penyebabnya
"Isu ini cukup ramai, dan kami tidak ingin masyarakat Banjar cemas. Karena itu kami langsung turun melakukan pengecekan visual terhadap bahan bakar Pertalite di dua SPBU," ujarnya.
Hasil uji visual menggunakan gelas ukur menunjukkan tidak ada lapisan air pada Pertalite di kedua SPBU tersebut.
"Alhamdulillah hasilnya bersih, tidak terbukti adanya campuran air. Untuk pengujian komposisi kimia, itu bukan kewenangan kami," tegasnya.
Baca Juga: Motor Brebet Gara-Gara Diisi Pertalite, YLK Kalsel: Pertamina Jangan Cuma Melempar Rilis
Selain memeriksa kandungan bahan bakar, tim juga mengecek segel tera ukur dan ketepatan volume BBM.
Pemeriksaan ini memastikan hak konsumen terlindungi sesuai UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.
Made menambahkan, pengawasan semacam ini rutin dilakukan setiap triwulan secara acak di sejumlah SPBU. "Hasilnya sejauh ini tidak ditemukan pelanggaran berarti," katanya.
Ia menegaskan pengawasan berkala menjadi komitmen pemda menjaga iklim perdagangan aman dan tertib di Kabupaten Banjar.
"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan bahan bakar yang layak dan sesuai standar," ucapnya.
Perwakilan Polres Banjar, Anas Safroni, mengimbau warga tidak panik menghadapi isu Pertalite bercampur air. Dengan hasil uji lapangan ini, masyarakat diimbau tetap tenang dan bijak menyikapi informasi yang beredar.
Baca Juga: Dugaan Pertalite Disulap Jadi Pertamax, Masyarakat Konsumen Bisa Tempuh Class Action
"Kepanikan hanya akan memicu kelangkaan dan keresahan. Percayakan pengawasan kepada pemerintah," tegasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno