Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tingkatkan Skill Kader Cegah Stunting Lewat Pendampingan Ibu Nifas

Nurhidayat • Rabu, 5 November 2025 | 16:06 WIB
MOMEN: Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama kader kesehatan dan mahasiswa berfoto bersama usai pelatihan di TPMB Bunda Ayu, Martapura.
MOMEN: Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama kader kesehatan dan mahasiswa berfoto bersama usai pelatihan di TPMB Bunda Ayu, Martapura.

BANJAR – Upaya pencegahan stunting terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan di daerah. Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melaksanakan pelatihan bertajuk “Penguatan Kader Kesehatan dalam Melaksanakan Pemantauan Ibu Nifas dan Menyusui untuk Mencegah Terjadinya Stunting” di TPMB Bunda Ayu, wilayah kerja Puskesmas Martapura 2, Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini dipimpin oleh Fitria Jannatul Laili, S.Keb., Bd., M.M., M.Keb bersama tim dosen Hj. Zakiah, S.ST., M.Keb dan Niken Pratiwi, S.Gz., M.Gizi, serta melibatkan mahasiswa kebidanan. Tujuannya, memperkuat peran kader dalam memberikan pendampingan kepada ibu nifas agar mampu memberikan ASI eksklusif secara optimal sebagai langkah nyata pencegahan stunting.

Menurut Fitria, stunting menjadi masalah kesehatan serius yang memengaruhi kualitas generasi masa depan. “Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak, dan pemberian ASI eksklusif adalah kuncinya,” ujarnya.

Pelatihan ini mencakup berbagai materi penting seperti edukasi ASI eksklusif, komunikasi efektif dengan ibu nifas, pemahaman tentang stunting dan penyebabnya, hingga praktik keterampilan afirmasi, akupresur, serta rolling massage untuk meningkatkan produksi ASI.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta. Pengetahuan kader meningkat dari 30 persen kategori cukup menjadi 80 persen kategori baik. Seluruh kader (100 persen) juga dinyatakan mampu melakukan keterampilan rolling massage sesuai panduan pelatihan.

Dengan peningkatan keterampilan ini, para kader diharapkan dapat menjadi pendamping aktif bagi ibu-ibu nifas, memberikan edukasi, dukungan moral, serta membantu mengatasi masalah selama proses menyusui.

“Melalui kader yang terlatih, ibu nifas dapat memperoleh informasi dan pendampingan yang benar sehingga mampu memberikan nutrisi terbaik untuk anaknya,” tambah Fitria.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dalam mewujudkan generasi sehat, kuat, dan bebas stunting melalui penguatan peran tenaga kesehatan masyarakat di tingkat dasar.(dyt)

Editor : Nurhidayat
#Cegah stunting sejak dini #Latih Kader #dosen poltekkes #banjarmasin #kader kesehatan