Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengakui bahwa masih ada ribuan tenaga honorer yang belum tersentuh pengangkatan tahap kedua ini.
Ia menyebut, hal itu bukan karena kelalaian daerah, melainkan karena keterbatasan formasi yang ditentukan pemerintah pusat.
“Kita juga sudah berbincang dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tapi kita tunggu dahulu formasi dari kementerian,” ujar Saidi, Kamis (30/10/2025).
Ia memastikan bahwa pihaknya tentu tidak akan mengurangi satu pun formasi yang ada, karena kenaikan status ini sangat diharapkan para honorer.
“Terlebih yang sudah mengabdi puluhan tahun,” lugas Saidi.
Saidi juga menyebut, Pemkab Banjar berkomitmen untuk terus memperjuangkan nasib tenaga honorer yang tersisa agar juga mendapatkan kesempatan yang sama menjadi PPPK.
“Ini bukan akhir perjuangan. Kita ingin semua tenaga honorer yang telah lama mengabdi bisa mendapat status yang layak,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, nasib ribuan honorer di Kabupaten Banjar masih menggantung. Namun, Pemkab Banjar memastikan mereka tidak akan dibiarkan tanpa arah.
“Kami terus berkoordinasi dengan BKN agar ke depan tidak ada lagi honorer yang tertinggal. Semua punya kesempatan yang sama,” janji Saidi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kabupaten Banjar, Nor Azizah, mengungkapkan bahwa 1.200 tenaga honorer yang belum terakomodir tersebar di berbagai satuan kerja.
Beberapa di antaranya gagal masuk formasi PPPK karena pernah ikut seleksi CPNS dan tidak memiliki formasi yang sesuai.
Baca Juga: Diskopumper Banjarmasin Klaim Pengangguran Berkurang, Segini Jumlahnya
“Memang ada berbagai faktor, Jadi sekarang kita masih melakukan pemetaan (mapping) data dan menunggu arahan dari pusat untuk langkah selanjutnya,” jelas Nor Azizah.
Kepala Kantor Regional (Kanreg) VIII BKN Banjarbaru, Soni Sultana, membenarkan bahwa hingga kini belum ada regulasi lanjutan terkait pengangkatan tenaga honorer yang belum masuk daftar PPPK paruh waktu.
“Kami masih menunggu aturan terbaru dari pemerintah pusat. Kalau sudah ada regulasi yang jelas, pasti segera kita sosialisasikan,” ujarnya.
Editor : Sutrisno