Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalsel, menyebut prediksi ini berdasarkan pembaruan data per 30 Oktober untuk Dasarian I, atau sepuluh hari pertama bulan November.
Dalam laporan resmi yang dirilis Sabtu (1/11), BMKG menyebutkan curah hujan diperkirakan berada pada kisaran 75–100 milimeter dengan peluang kejadian antara 10–50 persen.
Beberapa wilayah lainnya diprediksi mengalami curah hujan 50–75 milimeter (peluang 30–70 persen), serta curah hujan lebih tinggi 100–150 milimeter (peluang 30–40 persen).
Meski tergolong menengah, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang secara lokal.
Wilayah dengan curah hujan lebih rendah (20–50 milimeter) diperkirakan terjadi di sebagian kecil Kabupaten Tanah Bumbu, wilayah timur Kabupaten Kotabaru, dan Pulau Laut bagian utara, dengan peluang mencapai 50–80 persen.
BMKG juga mengingatkan bahwa peralihan menuju puncak musim hujan biasanya ditandai dengan hujan tidak merata dan peningkatan kecepatan angin.
Masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama di daerah rawan bencana.
Sektor pertanian, perikanan, dan transportasi darat maupun laut diharapkan memperhatikan kondisi cuaca harian dan memanfaatkan informasi prakiraan serta peringatan dini yang diperbarui secara berkala melalui kanal resmi BMKG.
Sisi lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan angin kencang.
Plt Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengaktifkan posko siaga di sejumlah wilayah rawan. “Kita tetap siaga karena sudah ada pos-pos di masing-masing wilayah. Walaupun belum dalam status siaga darurat seperti sebelumnya, koordinasi di lapangan terus kami jalankan,” ujar Rifai.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi BMKG, suhu udara di Kalsel saat ini lebih panas dari biasanya, namun disertai potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang. Selain kesiapan teknis, BPBD Kalsel sebutnya sudah melaksanakan kampanye waspada cuaca ekstrem.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar waspada terhadap panas yang tinggi, hujan lebat, dan potensi angin kencang. Kami juga mengimbau BPBD kabupaten dan kota untuk tetap siaga menghadapi kondisi anomali cuaca seperti ini,” tegas Rifai.
Editor : Sutrisno