Program ini bukan sekadar kunjungan wisata, melainkan studi banding internasional yang digagas Kementerian Desa PDTT bersama Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta.
Melalui seleksi ketat, Tapin berhasil lolos sebagai peserta, menjadikan Desa Salam Babaris satu-satunya wakil Kalimantan Selatan yang terpilih.
Baca Juga: Pendekar “Kayuh Baimbai” Pertahankan Tahta Pencak Silat di Porprov Kalsel 2025
“Ini tentu kebanggaan bagi kita semua. Dari 22 desa di Indonesia, salah satunya Desa Salam Babaris yang terpilih,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapin, Rahmadi, Jumat (31/10/2025).
Menurutnya, desa ini menjadi contoh karena lebih awal mencapai status desa mandiri, memiliki pemberdayaan masyarakat yang baik, serta semangat gotong royong yang tinggi.
“Dalam kunjungan tersebut, para peserta akan mempelajari tata kelola pemerintahan desa, pengembangan ekonomi berbasis komunitas, dan teknologi pertanian modern di desa maju Tiongkok,” jelas Rahmadi.
Baca Juga: Cahaya Sekara: Semangat Pantang Menyerah di Tanah Tenggelam
Salah satu yang menarik perhatian adalah pengelolaan perusahaan milik desa di Wiepang, yang menjadi tulang punggung ekonomi warga setempat.
Rahmadi berharap, pengalaman Mahdalina selama di Tiongkok dapat menginspirasi pengembangan desa di Tapin. “Setelah kembali, kami ingin ilmunya dibagikan kepada seluruh kepala desa,” ujarnya.
Seluruh biaya program ini ditanggung penyelenggara, termasuk visa, tiket, dan akomodasi selama di Tiongkok. (*)
Editor : M. Ramli Arisno