Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kades Salam Babaris Pelajari Rahasia Desa Maju di Tiongkok

Rasidi Fadli • Jumat, 31 Oktober 2025 | 13:45 WIB

MOMEN: Kepala Desa Salam Babaris Mahdalina berfoto dengan Wakil Menteri (Wamen) Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia, Ahmad Riza Patria di Tiongkok.
MOMEN: Kepala Desa Salam Babaris Mahdalina berfoto dengan Wakil Menteri (Wamen) Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia, Ahmad Riza Patria di Tiongkok.
RANTAU — Desa Salam Babaris, Kabupaten Tapin, kembali mencatat prestasi membanggakan. Kepala Desa Salam Babaris, Mahdalina, terpilih mengikuti Benchmarking Study 2025 ke Tiongkok, sejak 30 Oktober hingga 5 November 2025.

Program ini bukan sekadar kunjungan wisata, melainkan studi banding internasional yang digagas Kementerian Desa PDTT bersama Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta.

Melalui seleksi ketat, Tapin berhasil lolos sebagai peserta, menjadikan Desa Salam Babaris satu-satunya wakil Kalimantan Selatan yang terpilih.

Baca Juga: Pendekar “Kayuh Baimbai” Pertahankan Tahta Pencak Silat di Porprov Kalsel 2025

“Ini tentu kebanggaan bagi kita semua. Dari 22 desa di Indonesia, salah satunya Desa Salam Babaris yang terpilih,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapin, Rahmadi, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, desa ini menjadi contoh karena lebih awal mencapai status desa mandiri, memiliki pemberdayaan masyarakat yang baik, serta semangat gotong royong yang tinggi.

“Dalam kunjungan tersebut, para peserta akan mempelajari tata kelola pemerintahan desa, pengembangan ekonomi berbasis komunitas, dan teknologi pertanian modern di desa maju Tiongkok,” jelas Rahmadi.

Baca Juga: Cahaya Sekara: Semangat Pantang Menyerah di Tanah Tenggelam

Salah satu yang menarik perhatian adalah pengelolaan perusahaan milik desa di Wiepang, yang menjadi tulang punggung ekonomi warga setempat.

Rahmadi berharap, pengalaman Mahdalina selama di Tiongkok dapat menginspirasi pengembangan desa di Tapin. “Setelah kembali, kami ingin ilmunya dibagikan kepada seluruh kepala desa,” ujarnya.

Seluruh biaya program ini ditanggung penyelenggara, termasuk visa, tiket, dan akomodasi selama di Tiongkok. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
#Desa Tapin Kalsel #Inovasi desa mandiri #Mahdalina ke Tiongkok #Kades Salam Babaris #Benchmarking Study 2025