BANJARMASIN - Pengerjaan proyek peningkatan kapasitas Sungai Veteran Banjarmasin terus berlanjut.
Proyek yang bertujuan untuk mengantisipasi banjir di Kota Banjarmasin ini akan menerapkan konsep Wilayah Pengendali banjir (WPG). Konsep ini sudah umum diterapkan di kota-kota besar di Indonesia, seperti di Kota Jakarta dan Surabaya.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Dedi Supriyadi ST MT menerangkan konsep BWG tersebut.
Baca Juga: Tinju Banjarmasin Raih 4 Emas di Porprov XII, Ketua KONI Apresiasi Kerja Keras Atlet
"Konsep WPG merupakan konsep serupa seperti Daerah Aliran Sungai (DAS). Di mana beban hidrologi seperti curah hujan tinggi yang menjadi limpasan dihitung berdasarkan luas DAS itu sendiri. Sehingga, bisa mengantisipasi terjadinya genangan air dalam jumlah besar. Atau, bila terjadi genangan air, maka dapat diturunkan durasi atau lama genangannya," ujar Dedi.
Ditambahkan Dedi peningkatan kapasitas Sungai Veteran dilakukan berdasarkan Detail Design Engineering (DED) Tahun 2021 yang disusun oleh BWS Kalimantan III Banjarmasin bersama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan unsur masyarakat.
"Dalam aspek lingkungan, pekerjaan peningkatan kapasitas Sungai Veteran Kota Banjarmasin Tahap I sudah memperoleh persetujuan pernyataan kesanggupan pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup dari Pemerintah Kota Banjarmasin pada Tahun 2022," sambungnya.
Baca Juga: Kasus Stroke Capai 743, Dorong Warga Banjarmasin Terapkan Hidup CERDIK
Secara teknis, konsep penanganan yang digunakan yaitu peningkatan kapasitas Sungai Veteran sebagai tampungan beban air limpasan dan pola pengaturan elevasi muka air aktif berupa pintu air dan pompa banjir.
"Mulanya, lebar Sungai Veteran kurang lebih 3 meter, menjadi seragam 8,2 meter. Kemudian, kedalaman sungai veteran yang tadinya sekitar 1,5 meter, menjadi 3,2 meter. Dan, panjangnya 3,5 kilometer. Dengan adaya proyek ini, diharapkan kapasitas Sungai Veteran meningkat. Dari yang semula 3,5 meter kubik per detik, menjadi 35 meter kubik per detik," paparnya.
Kemudian, BWS Kalimantan III juga melakukan pengaturan elevasi muka air aktif dengan pintu air yang berfungsi mencegah pasang air laut dari Sungai Barito masuk ke Sungai Veteran.
Baca Juga: Cabor Taekwondo, Wushu, dan Silat Sumbang Emas untuk HST di Porprov Kalsel XII
Dan, pompa banjir digunakan ketika beban air limpasan melebihi kapasitas Sungai Veteran akibat curah hujan tinggi.
"Kami juga melakukan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 2 ribu meter persegi yang terletak di belakang Klenteng Soetji Nurani dengan panjang sekitar 200 meter. RTH ini berfungsi menurukankan suhu permukaan (Heat lsland), serapan karbon, dan meredam kebisingan. Selain itu, RTH dapat menjadi ruang aktivitas masyarakat (Public Space) dan mendukung program wisata Sungai Veteran," tandasnya.
Editor : Fauzan Ridhani