Banjarmasin – Dua mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Ira Qadariah dan Ashaku Dioktara, berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara 2 dalam Industrial Biotechnology Subtheme – International Essay Competition (IEC) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang, Rabu (22/10/2025).
Dalam kompetisi esai ilmiah tingkat internasional tersebut, keduanya mengangkat ide bertajuk “DENTAL-NALIKU: An Innovation in Dental Caries Prevention Based on Nano-Gum From Limau Kuit Peel Through The Application of Green Technology to Realize Indonesia Emas 2045.”
Gagasan ini lahir dari keprihatinan mereka terhadap tingginya angka penderita karies gigi di Indonesia. Berdasarkan data, 82,8 persen penduduk mengalami karies gigi, termasuk anak-anak.
“Kami ingin menghadirkan solusi berbasis alam yang mudah dijangkau masyarakat, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan gigi,” ujar Ira Qadariah.
Ira bersama rekannya, Ashaku menggali potensi lokal kulit limau kuit (Citrus hystrix) yang merupakan bahan alami yang kerap terbuang, untuk dikembangkan menjadi nano-gum pencegah karies.
“Limau kuit mengandung senyawa flavonoid, triterpenoid, tanin, dan minyak esensial yang memiliki efek antibakteri terhadap bakteri penyebab karies seperti Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis,” jelas Ira.
Melalui pendekatan green technology, inovasi ini tidak hanya menawarkan produk pencegahan gigi berlubang yang ramah lingkungan, tetapi juga mendorong pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal Kalimantan Selatan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Ira mengaku bangga karena seluruh proses presentasi dilakukan dalam bahasa Inggris, yang menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
“Kami berlatih berulang kali untuk memastikan ide kami tersampaikan dengan baik. Rasanya luar biasa bisa bersaing dan diapresiasi di tingkat internasional,” katanya.
Bagi Ira dan Ashaku, pencapaian ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga dorongan untuk terus berinovasi.
“Kami ingin membuktikan bahwa dari bahan lokal seperti limau kuit, kita bisa menciptakan solusi global. Harapan kami, inovasi ini bisa dikembangkan lebih lanjut agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Editor : Nurhidayat