Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jalan Poros Anjir Pasar-Marabahan Rusak Parah, Warga Terpaksa Gali Saluran Air Agar Tak Terjebak Di Kubangan

Maulana Radar Banjarmasin • Senin, 27 Oktober 2025 | 17:04 WIB
INISIATIF:Warga Gandaria, M Darkasi mengorek tanah untuk mengurangi genangan air di salah satu ruas jalan poros Anjir Pasar-Marabahan.
INISIATIF:Warga Gandaria, M Darkasi mengorek tanah untuk mengurangi genangan air di salah satu ruas jalan poros Anjir Pasar-Marabahan.

MARABAHAN - Kondisi jalan penghubung antar kecamatan dari Anjir Pasar, Wanaraya, hingga Marabahan, Kabupaten Barito Kuala kini sangat memprihatinkan.

Dari poros Anjir Pasar KM 18 di Desa Anjir Pasar Kota 1, Banyiur hingga Desa Gandaria, jalan penuh lubang besar dan genangan air.

Kerusakan parah ini diduga akibat angkutan truk sawit bertonase berlebih yang saban hari melintas di jalur tersebut.

Tak kuat menahan beban berat, jalan pun bergelombang dan membentuk kubangan besar setiap kali hujan turun.

Di tengah kondisi itu, seorang warga Desa Gandaria, M Darkasi (62) dengan sukarela turun tangan berupaya mengurangi genangan air di jalan berlubang.

Ia mengorek tanah menggunakan alat sederhana, agar air yang menggenangi jalan bisa mengalir keluar dari lubang.

"Ini inisiatif saya saja. Kasihan pengendara sering jatuh kalau malam hari karena tak melihat genangan," tutur Darkasi saat ditemui di lokasi, Senin (29/10/2025).

Darkasi bahkan menaruh sebuah kotak kecil di pinggir jalan. Bukan untuk meminta, katanya, melainkan sekadar tempat apabila ada orang yang ingin sekadar memberi ucapan terima kasih.

"Kalau ada yang menaruh uang, ya syukur. Kalau tidak juga tidak apa-apa. Kotaknya pun tidak saya sodorkan ke siapa-siapa," ujarnya sambil tersenyum.

Menurutnya, hampir setiap hari truk sawit dengan muatan penuh melintas di jalan itu. "Kondisi jalan jelas tidak kuat menahan beban berat. Kalau dibiarkan, makin lama makin parah," keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gandaria, Musyadi membenarkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah lama rusak dan beberapa kali diusulkan untuk perbaikan.

"Sudah beberapa kali diusulkan dan juga pernah beberapa kali melalui pemberitaan. Tapi kendalanya di anggaran yang terbatas. Selain itu, tonase truk sawit yang over kapasitas juga memperparah kerusakan," terangnya.

Warga berharap Pemerintah Daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, sebelum kerusakan semakin meluas dan menimbulkan kecelakaan yang lebih fatal.

"Untuk kewenangan jalan itu milik Dinas PUPR Provinsi Kalsel," pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#Marabahan #jalan penghubung #Kabupaten Barito Kuala #rusak berat #jalan poros