AMUNTAI – Upaya memperkuat ketahanan ideologi bangsa di kalangan pelajar terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Kepala Bagian Kesra Setda HSU Abd Rohim, mengatakan, pihaknya bersama unsur terkait melakukan pencegahan radikalisme dan terorisme di lingkungan masyarakat, lewat penyadaran sejak dini.
Desa Kota Raja Kecamatan Amuntai, dikenal masyarakat yang sudah heterogen dan berbagai latar belakang.
“Kota Raja menjadi kampung moderasi toleransi di Kota Amuntai ini, yang disampaikan Ibu Kepala Kantor Kemenag HSU Hj Nahdiyatul Husna,” ujarnya pada media ini, Kamis (23/10/2025).
Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) HSU, Hj. Nahdiyatul Husna, sempat menjadi pemateri tentang upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di SMA Negeri 2 Amuntai.
Husna sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa moderasi beragama adalah kunci menjaga keseimbangan hidup beragama dan berbangsa.
Menurutnya, moderasi bukan berarti melemahkan iman, melainkan memahami agama secara adil, seimbang, dan menghargai perbedaan.
Ia mencontohkan Desa Kota Raja, Kecamatan Amuntai Selatan, yang telah ditetapkan secara nasional sebagai Kampung Moderasi Beragama. Di desa tersebut, masyarakat dari berbagai latar belakang hidup rukun dan saling menghormati.
“Jika nilai toleransi tumbuh kuat di masyarakat, tidak ada ruang bagi radikalisme berkembang,” tegas Husna.
Husna juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam membentuk karakter siswa. Menurutnya, kecerdasan akademik harus dibarengi dengan akhlak dan nilai kebangsaan agar tidak terjadi penyimpangan moral.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat di kalangan pelajar.
Sekretaris Daerah HSU H. Adi Lesmana membuka kegiatan secara resmi dan menegaskan bahwa radikalisme serta terorisme merupakan ancaman nyata terhadap ideologi bangsa.
Ia menekankan pentingnya pendidikan nilai kebangsaan sejak dini agar generasi muda tidak mudah terpengaruh paham ekstrem.
“Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tangguh terhadap ideologi yang menyesatkan. Nilai sejarah dan kebangsaan harus terus ditanamkan,” sampainya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mengenali ciri paham radikal, menolak ajaran intoleran, serta menjadi agen perdamaian di sekolah dan masyarakat.
Editor : Arif Subekti