Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemkab Banjar Tanam Padi Anti Stunting, Varietas Kaya Zinc

M Fadlan Zakiri • Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:25 WIB

 

PANEN: Petugas Distan dan petani di Desa Manarap Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar panen padi Nutri Zinc 8 Oktober 2025 lalu. (Foto: WARSITA UNTUK RADAR BANJARMASIN)
PANEN: Petugas Distan dan petani di Desa Manarap Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar panen padi Nutri Zinc 8 Oktober 2025 lalu. (Foto: WARSITA UNTUK RADAR BANJARMASIN)

MARTAPURA – Kabupaten Banjar mendapat alokasi 100 hektare lahan untuk penanaman padi unggul Inpari IR Nutri Zinc, varietas kaya seng (zinc) yang diyakini mampu membantu mencegah stunting. Program ini didanai dari APBD Provinsi Kalimantan Selatan 2025 dan tersebar di dua wilayah: Kecamatan Karang Intan dan Simpang Empat, masing-masing 50 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Banjar Warsita mengatakan tahap penyaluran benih telah selesai dan penanaman dimulai pada musim tanam Oktober–Maret. “Dengan menanam padi Nutri Zinc, kita tidak hanya menanam untuk panen, tapi juga menanam masa depan anak-anak Banua,” ujarnya, Senin (20/10).

Inpari IR Nutri Zinc merupakan varietas padi sawah pertama di Indonesia yang dilepas melalui SK Menteri Pertanian No. 168/HK.540/C/01/2019, dengan kandungan zinc hingga 34,51 ppm atau 25 persen lebih tinggi dari varietas biasa. Berdasarkan riset Balitbangtan Kementan, konsumsi beras Nutri Zinc terbukti membantu menekan risiko stunting pada ibu hamil kekurangan energi kronis.

Warsita menyebut program biofortifikasi padi ini sebagai tonggak baru pertanian Banjar. “Bukan hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga menyemai generasi sehat dari sawah sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya, panen perdana varietas ini sudah dilakukan di Desa Manarap Baru dan Desa Pamurus. Di Aluh-Aluh, hasil ubinan mencapai 2,9 kilogram atau setara 4,6 ton per hektare.

Koordinator BPP Aluh-Aluh Syamsuddin menilai varietas ini tangguh terhadap penyakit dan bernilai gizi tinggi. “Semoga petani mau mengadopsinya secara luas, agar ketahanan pangan dan gizi masyarakat pedesaan semakin kuat,” pungkasnya. (zkr/al/ram)

Editor : Arief
#Banjar #Stunting #pangan #padi