Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Harga Pangan Mulai Naik, Pemprov Kalsel Gelar Operasi Pasar Murah Sebulan Penuh

M Oscar Fraby • Senin, 20 Oktober 2025 | 15:16 WIB

OPERASI PASAR: Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan menyampaikan, pihaknya akan menggelar operasi pasar sebulan penuh untuk menekan harga kebutuhan pokok.
OPERASI PASAR: Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan menyampaikan, pihaknya akan menggelar operasi pasar sebulan penuh untuk menekan harga kebutuhan pokok.
BANJARMASIN — Menyambut akhir tahun yang identik dengan lonjakan harga kebutuhan pokok, Pemprov Kalsel melalui Dinas Perdagangan mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga. 

Salah satu upaya utama adalah pelaksanaan Operasi Pasar Murah yang akan digelar serentak di 13 kabupaten/kota, mulai 4 November hingga 4 Desember 2025 mendatang.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, menyampaikan bahwa kenaikan harga komoditas menjelang Natal dan Tahun Baru merupakan pola tahunan yang telah dipetakan sejak lama. 

Pihaknya tak ingin saat momen tersebut, harga kebutuhan pokok akan membuat inflasi yang tinggi.

“Harga bahan pokok memang cenderung naik di akhir tahun. Ini sudah menjadi kebiasaan setiap menjelang Natal dan Tahun Baru. Makanya kami antisipasi sejak dini,” ujar Bagiawan Senin (20/10).

Dia menerangkan, ada beberapa komoditas yang tercatat mengalami kenaikan signifikan, di antaranya adalah, bawang merah dari Rp29.000/kg menjadi Rp35.000/kg. 

Selain itu, harga daging sapi yang sempat turun ke Rp125.000/kg, kini naik ke Rp145.000/kg. Komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah, telur ayam dari kisaran Rp29.000–Rp30.000/kg menjadi Rp35.000/kg

Meski demikian, dia menyebut sejumlah komoditas strategis dinilai masih dalam kondisi aman dan terkendali. Contohnya, minyak goreng merek Minyak Kita tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700/liter. 

Sementara merek lain seperti Alif berada di kisaran Rp18.000–Rp20.000/liter. “Minyak goreng aman, tepung terigu, susu, dan beras juga stabil. Bahkan beras lokal kita surplus,” jelas Bagiawan.

Dengan produksi beras mencapai 1 juta ton dan jumlah penduduk sekitar 4,3 juta jiwa, pasokan beras tegasnya dipastikan mencukupi. Baik beras SPHP maupun beras premium tersedia tanpa indikasi kelangkaan.

Disampaikannya, operasi pasar murah ini akan melibatkan Tim Imun Plus dan Badan Pengendali, dengan Dinas Perdagangan bertindak sebagai pengawas harga. Harga yang ditawarkan dalam operasi pasar dijamin lebih rendah dibanding harga pasar umum.

“Kami akan bergerak di seluruh wilayah mulai awal November. Ini bagian dari strategi rutin untuk menjaga daya beli masyarakat,” tegasnya.

Dinas Perdagangan juga terus melakukan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern, serta mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi fluktuasi harga.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan ekonomi menjelang momentum besar tahunan. “Ini sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Editor : Sutrisno
#bahan pokok #Kalsel