Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Upayakan Pengendalian Hama, Distan dan Petani Desa Mangkauk Buru Tikus Sawah

M Fadlan Zakiri • Senin, 20 Oktober 2025 | 10:01 WIB
BASMI TIKUS: Petugas Distan Banjar bersama petani Desa Mangkauk, Pengaron, menabur pestisida untuk pengendalian hama tikus menjelang musim tanam padi.
BASMI TIKUS: Petugas Distan Banjar bersama petani Desa Mangkauk, Pengaron, menabur pestisida untuk pengendalian hama tikus menjelang musim tanam padi.

MARTAPURA – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar terus menggencarkan upaya pengendalian hama menjelang musim tanam padi. Salah satunya melalui pendampingan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tikus di sejumlah wilayah.

Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian Distan Banjar, Imelda Rosanty, mengatakan Gerdal kali ini dilakukan dengan menaburkan petrokum, racun tikus andalan yang disebar ke setiap sudut sawah pada tahap pra-tanam.

“Beberapa hari lalu kami melaksanakan gerdal bersama Gapoktan Fajar Harapan di Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur,” ujarnya, Minggu (19/10).

Selain Martapura Timur, kegiatan serupa juga digelar di Martapura Barat, Mataraman, Pengaron, Kertak Hanyar, dan Sungai Tabuk. “Di Pengaron, gerdal kami lakukan di lahan sekitar 260 hektare untuk menghadapi musim tanam berikutnya,” tambahnya.

Distan Banjar telah menjadwalkan pelaksanaan lanjutan di Kecamatan Gambut, Simpang Empat, dan beberapa titik lain di Martapura Timur. Menurut Imelda, tikus merupakan hama paling merugikan karena mampu menggagalkan panen dalam skala besar. “Satu ekor tikus betina bisa berkembang biak hingga 35 ekor dalam waktu singkat,” jelasnya.

Racun tikus jenis petrokum dipilih karena aman bagi lingkungan dan ternak. Rodentisida ini bersifat slow acting, membuat tikus mati kering tanpa bau serta tidak menyebabkan efek jera umpan. Petrokum juga efektif melawan jenis tikus sawah yang sudah kebal terhadap racun antikoagulan umum.

“Penaburan petrokum ini menjadi benteng pertama melindungi padi sejak awal tanam,” tegas Imelda. Ia menilai langkah ini strategis untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Selain hama tikus, Imelda mengingatkan petani tetap waspada terhadap penyakit padi seperti tungro, wereng, blast, dan penggerek batang. Ia menekankan pentingnya tanam serempak, sistem jajar legowo, varietas unggul, dan pengamatan rutin agar serangan hama bisa diantisipasi lebih awal.

“Dengan begitu, swasembada pangan bisa kita wujudkan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor: Ramli Arisno

Editor : Arief
#petani #distan #Banjar #hama