RANTAU – Inovasi dari warga Tapin kembali mencuri perhatian. Mislani, pria sederhana asal Tapin, sukses memperkenalkan gagasan kreatif bertajuk BATA KLIK (Bata Plastik Inovatif dan Ekonomis Tapin) dalam ajang Kalsel Innovation Awards (KIA) 2025 di Banjarbaru, 14-15 Oktober lalu.
BATA KLIK tampil menonjol di kategori masyarakat umum berkat ide brilian mengolah limbah plastik menjadi bahan bangunan ramah lingkungan. “Kami ingin membuktikan bahwa sampah bukan akhir dari sesuatu, tapi bisa menjadi awal dari perubahan,” ujar Mislani, Kamis (16/10).
Dalam penjelasannya di depan dewan juri yang terdiri dari akademisi, pakar inovasi, dan pejabat provinsi, Mislani memaparkan cara memanfaatkan limbah plastik agar bernilai guna tinggi. Inovasi ini diklaim kuat, ekonomis, dan mudah diaplikasikan dalam berbagai kebutuhan konstruksi.
Menurutnya, BATA KLIK memiliki tiga keunggulan utama. Pertama, ramah lingkungan karena membantu mengurangi tumpukan sampah plastik di Tapin. Kedua, ekonomis karena biaya produksinya lebih murah dibanding bata konvensional. Ketiga, multifungsi karena bisa digunakan untuk bahan bangunan maupun produk kreatif bernilai jual.
Ide itu, kata Mislani, muncul dari keprihatinannya terhadap banyaknya sampah plastik di sekitar tempat tinggalnya. “Kalau kita mau berpikir sedikit kreatif, apa yang dianggap limbah bisa jadi berkah,” ujarnya.
Kalsel Innovation Awards 2025 digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai wadah bagi para inovator untuk menampilkan karya yang mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief