Penurunan ini terjadi karena adanya penambahan modal yang lebih besar dari pemegang saham lain, sehingga porsi kepemilikan Tala menyusut. Dampaknya, potensi dividen daerah juga ikut berkurang.
Untuk mengatasinya, Pemkab Tala mengusulkan penambahan penyertaan modal ke Bank Kalsel. Usulan ini disampaikan Wakil Bupati Tala H Muhammad Zazuli dalam rapat paripurna DPRD Tala, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga: PASI Tala Siapkan 32 Atlet Jelang Porprov Kalsel ke-12, Target 10 Medali Emas
Zazuli menegaskan, penambahan modal penting untuk memperkuat peran BUMD dalam mendorong perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hingga akhir 2024, total penyertaan modal Pemkab Tala di Bank Kalsel mencapai Rp138,69 miliar. Tahun 2025, pemerintah daerah menambah Rp50 miliar sehingga total menjadi Rp188,69 miliar dengan perkiraan kepemilikan saham naik menjadi 5,95 persen.
Selain itu, Pemkab Tala berencana menambah lagi Rp200 miliar secara bertahap mulai 2026 hingga 2030. Dengan begitu, total penyertaan modal Pemkab Tala di Bank Kalsel pada akhir 2030 diperkirakan mencapai Rp388,69 miliar.
"Penambahan modal ini diatur dalam Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah yang mengatur hak dan kewajiban, tata cara penganggaran, pencairan, pengawasan, serta peran Bank Kalsel dalam peningkatan ekonomi daerah," tutupnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno