Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Festival Budaya Meratus Merepah Sahaja di Loksado Hadirkan Seni Tradisi Dayak dan Permainan Ketangkasan Rakyat

M Oscar Fraby • Kamis, 16 Oktober 2025 | 09:14 WIB

FESTIVAL BUDAYA: Festival Budaya Meratus bertajuk “Merepah Sahaja Budaya Meratus” digelar selama dua hari, 15–16 Oktober 2025, di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
FESTIVAL BUDAYA: Festival Budaya Meratus bertajuk “Merepah Sahaja Budaya Meratus” digelar selama dua hari, 15–16 Oktober 2025, di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
BANJARMASIN – Pegunungan Meratus kembali berdentam saat Festival Budaya Meratus bertajuk "Merepah Sahaja Budaya Meratus" digelar selama dua hari, 15–16 Oktober 2025, di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Agenda tahunan Pemprov Kalsel ini menghadirkan ragam seni, ritual adat, dan permainan tradisional khas Dayak Meratus.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel membuka festival dengan semarak pada hari pertama. Pertunjukan seni dan musik tradisional Dayak Meratus menjadi magnet utama.

Baca Juga: Tertangkap Basah Berjudi di Pos Kamling Desa Kembang Kuning, Tiga Warga Amuntai Tengah Ditangkap Polisi

Tari Sarunai, Babangsao, Bakanjar, hingga alunan musik kurung-kurung menggema di tengah alam Loksado, menyatukan tradisi dan alam dalam harmoni sempurna.

Pengunjung tak hanya menonton, tetapi juga berpartisipasi dalam lomba permainan tradisional seperti balogo dan gasing Dayak.

Hari kedua diwarnai kompetisi ketangkasan rakyat: lomba sumpit, panah, balungkau, becabang, dan bepidak. Permainan ini menampilkan kekayaan budaya yang sarat nilai historis dan edukatif.

Baca Juga: Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman  Hadiri Minerba Convex 2025

Sorotan utama adalah Festival Bahumbai yang tersebar di 27 balai adat. Warga dan wisatawan menikmati sajian budaya berupa edukasi pakaian adat, seni ukir, dan proses pembuatan kain khas Dayak Meratus.

Sebagai penutup, digelar kenduri rakyat (makan bersama hasil Bahumbai) simbol kebersamaan dan syukur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menyampaikan bahwa festival ini bertujuan melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya Dayak Meratus kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Komisi III Tinjau Jalan Aerocity

"Indonesia kaya akan warisan budaya dari berbagai suku dan etnis. Budaya Dayak Meratus adalah salah satu yang patut dijaga dan dikenalkan, terutama kepada generasi muda yang mulai menjauh dari akar tradisinya," ujarnya, Kamis (16/10).

Lebih dari sekadar perayaan, Merepah Sahaja Budaya Meratus diharapkan menjadi ruang apresiasi budaya yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Festival ini juga menjadi ajang pemberdayaan masyarakat lokal melalui pasar budaya dan bazar rakyat, sekaligus mendukung pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di kawasan desa wisata.

Baca Juga: Budaya Bahurup Rambut Pada Anak Baru Lahir di HSS, Tradisi yang Mulai Ditinggalkan Masyarakatnya

"Dengan semangat pelestarian dan pemberdayaan, festival budaya Meratus menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan identitas yang hidup dan terus berkembang," tutur Tantri. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#pariwisata Hulu Sungai Selatan #wisata budaya Loksado #tradisi Dayak Meratus #festival budaya Kalsel #Festival Budaya Meratus