PELAIHARI - Upaya perbaikan jembatan besi di perbatasan Desa Gunung Raja dan Desa Benua Raya, Kecamatan Tambang Ulang kini mulai menunjukkan progres nyata.
Pantauan di lapangan, material jembatan darurat (bailey) telah tiba di lokasi dan ditumpuk di sisi kiri jalan raya Pelaihari-Banjarmasin, sekitar 150 meter dari Jembatan Batang Banyu I atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Bati-Bati 4.
Sejak tiga hari terakhir, aktivitas pekerja tampak menggeliat. Mereka mulai memasang cerucuk kayu galam dan bantalan lantai sebagai pondasi jembatan darurat yang terletak di sisi kiri jembatan utama (arah Banjarmasin).
“Pemasangan cerucuk galam sudah selesai. Hari ini informasinya mulai pemasangan batang kelapa,” ujar Rohimi, Ketua RT 6 Desa Gunung Raja, Selasa (14/10/2025).
Jembatan Bati-Bati 4 mengalami kerusakan sejak beberapa bulan lalu. Kerusakan terjadi pada segmen wilayah Gunung Raja, setelah tiang sayap jembatan bagian kiri arah Banjarmasin tertabrak truk fuso pada penghujung Ramadan lalu.
Benturan keras tersebut menyebabkan struktur bawah jembatan melemah. Akibatnya, sebagian lantai jembatan menurun dan lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup, agar kendaraan bisa melintas secara bergantian.
Menurut Rohimi, pihak kontraktor beberapa waktu lalu sudah memberi sosialisasi rencana penutupan total jembatan selama proses perbaikan berlangsung.
“Nanti kalau jembatan besi mulai diperbaiki, akses akan ditutup penuh. Pengendara akan dialihkan lewat jembatan darurat bailey,” jelasnya.
Jembatan darurat tersebut hanya memiliki satu lajur, sehingga lalu lintas tetap diberlakukan sistem bergantian. Diperkirakan antrean kendaraan akan lebih panjang karena kendaraan harus melaju perlahan saat menyeberangi jembatan sementara itu.
“Untuk roda dua juga tetap bergantian lewat. Kalau sekarang masih bisa melintas bersamaan di sisi kiri jembatan, nanti tidak bisa lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Bati Bati Noor Hilmi mengaku belum menerima informasi resmi dari pihak Balai Jalan Nasional terkait jadwal pasti perbaikan.
“Belum ada pemberitahuan resmi ke kami. Namun, kami melihat di lapangan memang sudah ada aktivitas pekerja,” ucapnya.
Editor : Arif Subekti