Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dua Tim SMKN 1 Paringin Raih Prestasi Berkat Tongkat Tunanetra dan Alat Hemat Listrik

M Dirga • Rabu, 8 Oktober 2025 | 12:51 WIB

JUARA: Tim Electriciteam SMKN 1 Paringin sukses meraih juara dalam LKTIN MotoGPE 2025 dengan inovasi alat bantu tunanetra dan penghemat listrik.
JUARA: Tim Electriciteam SMKN 1 Paringin sukses meraih juara dalam LKTIN MotoGPE 2025 dengan inovasi alat bantu tunanetra dan penghemat listrik.
PARINGIN - Dua tim pelajar dari SMK Negeri 1 Paringin kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Mereka meraih gelar juara dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah "Nasional Moment of General Physics Education" atau MotoGPE, yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Lambung Mangkurat.

Ajang ini diikuti oleh sepuluh tim terbaik dari berbagai daerah. SMKN 1 Paringin mengirim dua tim yang tergabung dalam Electriciteam. Keduanya berhasil masuk tiga besar.

Tim A yang terdiri dari Muhammad Rifky Maulana, Muhammad Rafi Alivy, dan Muhammad Nafis Riski mengangkat karya berjudul Tongkat Andalan Guna Hambatan Tunanetra atau TANGGUH. 

Alat ini dirancang untuk membantu penyandang tunanetra dalam mengenali hambatan di sekitar mereka. Lewat inovasi tersebut, tim ini meraih Juara Harapan 1.

"Alat ini memakai sistem sensorik dan cukup mudah digunakan oleh siapa pun. Harapannya bisa menjadi solusi nyata bagi tunanetra," ujar Suhada, pembimbing utama, Rabu (8/10).

Sementara itu, Tim B yang beranggotakan Keila Mohammad Aqilqa, Novi Norsfa, dan Yuda Afrizal membawa karya berjudul Alat Perbaikan Faktor Daya Berbasis Mikrokontroler atau ALFADO. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi listrik, khususnya di rumah tangga dan usaha kecil.

“Konsepnya sederhana tapi aplikatif. Alat ini bisa membantu mengurangi pemborosan energi dan meningkatkan efisiensi pemakaian daya,” jelas Suhada.

Tim B berhasil meraih Juara 2. Menurut Suhada, keberhasilan kedua tim tidak lepas dari peran Ahmad Hasan dan Mustika selaku pendamping teknis. Keduanya merupakan anggota senior Electriciteam yang kini duduk di kelas XII.

MotoGPE bukan ajang baru bagi SMKN 1 Paringin. Sejak pertama kali ikut pada 2019, mereka selalu berhasil membawa pulang gelar juara. Proses regenerasi berjalan baik dengan sistem pembinaan bertahap dari siswa senior ke junior. 

“Prosesnya panjang. Mulai dari riset, penulisan, hingga latihan presentasi. Bahkan mereka sempat menghadapi kendala teknis dan tekanan saat sesi tanya jawab,” kata Suhada.

Namun, tantangan tersebut dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran. Salah satu keunikan dari tim adalah cara mereka menyampaikan presentasi dalam bentuk drama percakapan. Gaya ini dinilai segar dan mendapat apresiasi dari dewan juri.

Selain guru pembimbing seperti Dasprianti dan Izuddin Syarif, dukungan juga datang dari alumni. LightCommunity21 dan Sintelnas97 menjadi pihak yang rutin memberi motivasi dan bantuan.

Indra Purnama, Koordinator Sintelnas97, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut.

“Kami salut dengan anak-anak SMKN 1 Paringin. Karya mereka tidak hanya unggul secara teknis, tapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, kemenangan ini adalah hasil dari kerja sama banyak pihak.

“Prestasi ini bukan milik siswa semata. Ini milik guru, alumni, dan seluruh keluarga besar sekolah yang terus menjaga semangat untuk maju,” tegasnya.

SMKN 1 Paringin kini semakin percaya diri melangkah ke kompetisi berikutnya. Dengan dukungan yang solid dan semangat inovasi, mereka siap menghadirkan lebih banyak karya unggulan dari Banua.

 

 

 

Editor : Sutrisno
#Balangan #paringin