Penantian panjang warga Banjarbaru segera berakhir. Jembatan Sungai Ulin yang menjadi urat nadi jalur utama Kalimantan Selatan siap menyambut arus kendaraan sebelum Haul Guru Sekumpul.
******
BANJARBARU – Pembangunan Jembatan Sungai Ulin di Jalan Ahmad Yani Kilometer 31, Kota Banjarbaru, telah memasuki fase akhir. Berdasarkan pantauan pada Minggu (5/10), struktur jembatan sudah terhubung penuh. Bahkan, sudah proses pengaspalan. Proyek strategis nasional ini diperkirakan rampung sebelum 15 November 2025.
Meskipun secara fisik terlihat siap, akses menuju jembatan masih ditutup pagar seng. Belum bisa dilalui kendaraan. Masyarakat tetap diarahkan menggunakan jalan alternatif yang tersedia.
Salah seorang pekerja proyek menyebutkan masih ada beberapa pekerjaan penyempurnaan. Seperti pelapisan aspal, pemasangan marka jalan, dan pengecatan.
“Mudah-mudahan akhir Oktober ini sudah selesai,” ujarnya.
Jembatan baru ini dirancang lebih modern dengan median jalan dan pelebaran struktur. Elevasi juga sudah diturunkan sekitar 30 sentimeter. Selain itu, desain oprit atau tanggul penghubung jalan dengan jembatan turut direvisi. Kini, bentuknya dibuat lebih landai agar kendaraan dapat melintas dengan lebih mudah, dan tidak menyulitkan warga sekitar.
Harapannya, fasilitas tersebut dapat meningkatkan kapasitas lalu lintas, sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.
Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi Kalimantan Selatan, Anton Surviyanto telah menyebutkan pada 23 September 2025 lalu, sisa pekerjaan meliputi pemasangan sandaran jembatan, saluran drainase, median jalan, serta pengaspalan.
“Insya Allah target jembatan bisa dilalui pada 15 November 2025. Kontrak pekerjaan memang sampai 31 Desember, tapi kami percepat agar arus kendaraan saat Haul Guru Sekumpul bisa lebih lancar,” ujarnya.
Proyek senilai Rp10,2 miliar dari Kementerian PUPR ini didanai APBN 2025. Data dari papan proyek yang terpasang di lokasi, pengerjaan jembatan dilaksanakan PT Salsabila Bangun Banua.
Jembatan ini sebelumnya dibangun pada tahun 1979. Sudah mengalami beberapa kali pelebaran dengan 3 jenis struktur berbeda. Mulai dari struktur kayu ulin, balok beton bertulang, dan box culvert.
Namun keberadaan box culvert tersebut sering kali menyebabkan sampah yang hanyut malah tersangkut. Itu membuat naiknya permukaan air sungai pada saat hujan ekstreme, dan mengganggu warga. Usia jembatan sudah lebih dari 40 tahun inilah yang menjadi pertimbangan perlunya untuk segera melakukan penggantian jembatan ini.
Apalagi pada pertengahan tahun 2024 lalu, telah terjadi kerusakan. Ada lubang pada lantai jembatan. Sempat dilakukan penanganan sementara dengan menutup lubang. BPJN Kalsel akhirnya mengganti jembatan dengan struktur Voided slab.
Selama masa pembangunan jembatan, sesuai pembahasan bersama Forum Lalu Lintas dan Keselamatan Jalan (FLLAJ) Kalsel dan Kota Banjarbaru, akan dilakukan penutupan jalan 2 arah pada koridor ruas jalan A Yani di lokasi jembatan tersebut. Lalu lintas kendaraan telah dialihkan melalui jalur alternatif terhitung mulai 1 Juni 2025.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief