Bupati Tapin H Yamani mengungkapkan, proyek pengaspalan jalan menuju Makam Datu Qabul sudah dijadwalkan mulai dikerjakan pada bulan November 2025.
“Pengaspalan ini memang untuk memperlancar para jemaah yang mau ke makam Datu Qabul. Pekerjaan ini akan dilaksanakan oleh pihak Pemerintah Provinsi,” ujar Bupati Tapin, beberapa waktu lalu.
Meski pengerjaan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemkab Tapin tidak tinggal diam.
H Yamani menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan proses pembebasan lahan di tiga desa yang dilalui jalur tersebut, yakni Desa Margasari Hulu, Margasari Hilir, dan Baulin.
“Dari sisi Pemkab, proses pembebasan lahan sedang berjalan. Kami ingin agar tidak ada hambatan saat pekerjaan di lapangan dimulai,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Tapin, Yuspianor, yang duduk di Komisi III, menyambut baik langkah pemerintah provinsi memperbaiki akses jalan menuju kawasan makam yang menjadi salah satu tujuan utama wisata religi di Tapin tersebut.
“Jalan ini memiliki nilai strategis, bukan hanya untuk masyarakat sekitar, tetapi juga bagi para peziarah dan wisatawan. Kondisi jalan yang baik akan meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendorong aktivitas ekonomi warga,” jelas Yuspianor, Minggu (5/10/2025).
Menurutnya, masyarakat telah lama mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui, terutama pada musim hujan. Karena itu, pihak DPRD Tapin terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan meneruskan aspirasi warga ke tingkat provinsi.
“Kami menekankan agar perencanaan dan pelaksanaan perbaikan jalan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kualitas konstruksi harus benar-benar diperhatikan agar tidak cepat rusak,” ujar politisi PDIP ini.
Selain itu, Komisi III DPRD Tapin juga mendorong agar koordinasi antara Dinas PUPR Provinsi dan Kabupaten berjalan lancar, terutama terkait proses pembebasan lahan.
“Jangan sampai kendala administratif menghambat pelaksanaan proyek yang sudah lama ditunggu masyarakat,” kata Yuspianor.
Menariknya, ke depan Yuspianor berharap agar ruas jalan menuju Makam Datu Qabul ini bisa dikembangkan lebih jauh menjadi jalur penghubung Margasari – Buntok (Kalimantan Tengah).
“Kalau ini terwujud, manfaatnya akan jauh lebih besar. Tidak hanya menjadi akses lokal, tapi juga jalur strategis antarprovinsi yang membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat konektivitas wilayah selatan Kalimantan,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno