Satlantas Polres Tabalong mencatat, hingga September, sudah 16 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya.
Kasatlantas Polres Tabalong, Iptu Oki Hermawan, mengungkapkan data tersebut saat Forum Lalu Lintas Jalan di Hotel Jelita Tanjung, Selasa (30/9/2025).
“Meninggal dunia 16 orang. Berarti rata-rata setiap bulan ada dua korban jiwa,” ujarnya.
Selain korban meninggal, tercatat pula tujuh orang luka berat dan 21 orang luka ringan dari 29 perkara kecelakaan yang terjadi.
Oki berharap persoalan ini menjadi perhatian bersama. “Kami berharap semua instansi bisa memberi penanganan terhadap masalah lalu lintas ini,” tegasnya.
Kapolsek Tanjung, Iptu Richard David, menyoroti rendahnya kesadaran tertib lalu lintas, terutama di kalangan ibu-ibu pengendara.
“Terkadang kalau riting kanan mereka belok kiri,” ucapnya. Menurutnya, edukasi langsung perlu digencarkan agar angka pelanggaran berkurang.
Hal senada diutarakan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Tabalong, Zainal Arifin. Ia menilai banyak pengendara, terutama emak-emak, masih abai terhadap rambu.
Baca Juga: Bayar Retribusi Pasar di Banjarmasin Pakai Tapcash, Pedagang Kerepotan
“Pengalaman saya, pernah lihat sendiri mereka tetap lewat meski ada peringatan jalan berlubang,” cetusnya.
Forum lalu lintas tersebut menekankan pentingnya edukasi, pengawasan, dan sinergi lintas instansi untuk menekan angka kecelakaan di Tabalong. (*)
Editor : M. Ramli Arisno