Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dikira Tumpukan Daun Ternyata Sarang Ular Piton Berisi 24 Telur

M Fadlan Zakiri • Minggu, 28 September 2025 | 16:01 WIB

BERSARANG: Petugas Sektor Gambut DPKP Banjar mengevakuasi ular piton sepanjang 2,5 meter beserta puluhan telurnya dari area kebun warga di Kecamatan Tatah Makmur, Sabtu (27/9) pagi. (DPKP BANJAR)
BERSARANG: Petugas Sektor Gambut DPKP Banjar mengevakuasi ular piton sepanjang 2,5 meter beserta puluhan telurnya dari area kebun warga di Kecamatan Tatah Makmur, Sabtu (27/9) pagi. (DPKP BANJAR)
MARTAPURA - Warga Jl Tatah Bangkal, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, dikejutkan oleh temuan seekor ular piton sepanjang sekitar 2,5 meter yang sedang mengerami 24 butir telur di kebun pisang, Sabtu (27/9) pagi.

Temuan tersebut berawal saat H Abdul Hadi, pemilik kebun, melihat gundukan tanah dan dedaunan tidak biasa di bawah batang pisang.

Saat didekati, ternyata gundukan itu adalah sarang ular yang sedang bertelur.

Khawatir akan keselamatan warga sekitar, Abdul Hadi langsung melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar. 

Laporan diterima sekitar pukul 09.43 WITA dan petugas dari Pos Sektor Gambut langsung diterjunkan ke lokasi.

“Begitu laporan kami terima, tim langsung bergerak ke lokasi menggunakan satu unit kendaraan rescue,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarpras DPKP Banjar, M Kasyaf R, Minggu (28/9) siang.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.45 WITA, petugas harus menggunakan sepeda motor karena akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. 

Setelah melakukan pencarian, ular berhasil ditemukan tengah melilit sarangnya dan langsung diamankan.

“Proses evakuasi berlangsung hati-hati karena posisi ular sedang melindungi telurnya. Semua berhasil diamankan tanpa kendala,” ujar Kasyaf.

Ular bersama 24 butir telur kemudian dibawa ke Pos Sektor Gambut, untuk dikarantina sementara sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman warga.

Kasyaf mengimbau warga agar tidak menangani sendiri jika menemukan ular atau sarang satwa liar. 

“Segera hubungi petugas agar bisa ditangani secara aman dan profesional,” pesannya.

Semua ini, ujar Kasyaf menjadi pengingat bagi warga yang tinggal berdekatan dengan lahan kebun atau semak agar rutin memeriksa lingkungan sekitar.

“Terutama saat musim penghujan, karena satwa liar sering berpindah mencari tempat bertelur yang aman,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#ular piton #Banjar