Edukasi dan Skrining PTM untuk Penambang Intan di Cempaka
Nurhidayat• Jumat, 26 September 2025 | 11:09 WIB
MOMEN: Tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin berfoto bersama peserta usai pemeriksaan PTM di Desa Pumpung, Cempaka.
BANJARBARU – Tim dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi dan penyuluhan pencegahan stroke melalui skrining penyakit tidak menular (PTM) bagi penambang intan di Kelurahan Cempaka, khususnya Desa Pumpung, pada Rabu (30/7/2025).
Stroke masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia, dengan faktor risiko yang dapat dikendalikan seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, hingga kebiasaan merokok. Penambang intan dinilai rentan terhadap PTM karena gaya hidup berisiko, di antaranya konsumsi berlebih minuman kemasan berkafein serta rendahnya asupan air putih.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dra. Anny Thuraidah, Apt., M.S., menyebut kegiatan ini penting mengingat tingginya angka PTM di Banjarbaru. Data Satu Data Banjarbaru tahun 2024 menunjukkan kasus hipertensi di Cempaka mencapai 1.632, diabetes melitus 397, dan obesitas 505, jumlah yang relatif lebih tinggi dibanding kelurahan lain.
“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran penambang akan risiko PTM dan mendorong mereka memeriksakan kondisi kesehatan sejak dini, bukan menunggu muncul gejala serius,” jelas Anny.
Tim dosen terdiri dari Anny Thuraidah, Dra. Nurlailah, Apt., M.Kes., Erfan Roebiakto, SKM., M.S., Yayuk Kustininigsih, SKM., M.Kes., serta Maulida Julia Saputri, STr.AK., M.Imun, dibantu tiga mahasiswa. Mereka memberikan penyuluhan serta pemeriksaan kadar glukosa dan asam urat.
Dari 26 peserta, mayoritas berusia 40–60 tahun dengan 80,8 persen laki-laki. Hasil skrining menunjukkan kadar glukosa terendah 46 mg/dL dan tertinggi 228 mg/dL. Sebanyak 73,1 persen berada dalam kategori normal, 15,4 persen di bawah normal, dan 11,5 persen di atas normal. Sementara pemeriksaan asam urat menunjukkan kadar terendah 2,8 mg/dL dan tertinggi 7,3 mg/dL, dengan 84,6 persen normal, serta masing-masing 7,7 persen di bawah dan di atas normal.
Anny berharap hasil kegiatan ini bermanfaat bagi para pendulang intan di Cempaka. “Sebagai tindakan pencegahan, masyarakat diimbau mulai menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga atau berjalan kaki minimal 30 menit per hari,” pungkasnya.