BANJARMASIN – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menghantui.
Buktinya meski hujan sudah mulai sering, karhutla tetap terjadi di Liang Anggang, Banjarbaru pada Selasa (23/9/2025) sore.
Status Siaga Darurat Karhutla di Kalsel ini akan berakhir pada Selasa (30/9/2025) pekan depan.
Lalu apakah status tersebut bakal diperpanjang, atau dihentikan?
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai menyebut status siaga Darurat Karhutla kemungkinan besar akan dihentikan.
Terlebih, adanya rekomendasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca di Kalsel.
“Tetap kami rapatkan dulu. Sudah dijadwalkan rapat koordinasinya pada Jumat (26/9). Nanti akan diputuskan di sana,” kata Rifai.
Dari data pihaknya yang terpantau melalui satelit NOAA, titik api masih terdapat di beberapa daerah.
Jumlahnya sebanyak 31 titik.
Di Kabupaten Balangan dan Tapin 4 titik, Kotabaru dan Tabalong masing-masing 3 titik, dan paling banyak ada di Hulu Sungai Selatan sebanyak 17 titik.
Sementara, data Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat sejak Minggu hingga Selasa (23/9), seluas 104,24 hektare lahan terbakar akibat 80 kejadian karhutla yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.
Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 24 kali kebakaran dengan luas lahan terbakar 16,5 hektare.
Sementara Kotabaru mencatat area terdampak terluas, mencapai 19 hektare dari 10 kejadian.
Dikatakan Rifai, sejumlah titik api tersebut masih dalam skala kecil, dan tak berpotensi meluas.
“Memang masih ada titik api yang terpantau. Namun, masih bisa ditangani oleh satuan tugas dan tak berpotensi meluas,” paparnya.
Melihat hujan yang mulai sering turun, ia pun yakin kejadian karhutla akan semakin berkurang dan akan hilang.
“BMKG bahkan sudah memprediksi Kalsel sudah memasuki musim hujan di bulan September ini. Mudah-mudahan tak meleset,” harapnya.
Seperti diketahui, dalam operasi Siaga Darurat Karhutla di Kalsel, pemerintah pusat mengirimkan sejumlah heli untuk mengantisipasi besarnya kejadian karhutla.
Ada empat heli yang dikirimkan ke Kelsel, dua heli patroli, dan sisanya heli water bombing.
Status Siaga Darurat Karhutla Kalsel sendiri ditetapkan mulai 4 Agustus lalu.
Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya potensi kebakaran di berbagai wilayah, khususnya menjelang puncak musim kemarau.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief