BANJARMASIN - Gubernur Kalsel, Muhidin dipastikan akan memimpin penerbangan internasional Banjarbaru–Kuala Lumpur pada 20 Oktober mendatang. Kabar itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M Syarifuddin saat pertemuan dengan pihak AirAsia di Hotel Novotel Banjarbaru, Senin (22/9).
Selain gubernur, pada penerbangan perdana ke luar negeri dari Bandara Syamsudin Noor nanti juga akan diikuti Forkopimda Kalsel. “Rencananya akan dipimpin langsung Pak Gubernur,” kata Syarifuddin.
Penerbangan internasional perdana ini bukan sekadar perjalanan simbolis. Nantinya, rombongan gubernur dijadwalkan bertemu dengan masyarakat Banjar di Malaysia.
Meski demikian, Syarifuddin belum bisa memastikan akan ada kunjungan serupa dari pejabat Kuala Lumpur ke Kalsel. Namun, ia berharap dengan sejumlah destinasi wisata unggulan yang dimiliki Kalsel, pejabat Malaysia akan melirik Kalsel untuk berkunjung.
Menurutnya, Kalsel tak kalah dengan provinsi lain, juga memiliki banyak destinasi wisata unggulan yang layak dipromosikan ke mancanegara. Mulai dari Pasar Terapung yang ikonik, bamboo rafting di Loksado, hingga Tahura Sultan Adam.
“Di puncak Tahura ada bangunan peninggalan Belanda. Saat pagi atau sore hari, kawasan itu sering tertutup awan, sehingga seolah-olah kita berada di atas awan. Ini bisa dipromosikan dan menjadi destinasi unggulan,” katanya.
Sekdaprov yakin kehadiran rute internasional ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalsel. Pihaknya juga berencana menggelar berbagai event untuk menarik wisatawan Malaysia. “Tentu saja harapannya bukan hanya warga kita yang pergi ke Malaysia. Tapi juga sebaliknya, warga Malaysia bisa datang menikmati Kalsel,” harapnya.
Seperti diketahui, target load factor alias perbandingan jumlah penumpang dengan kapasitas pesawat masih menjadi tantangan besar untuk mempertahankan status bandara internasional ini. AirAsia sebagai maskapai yang akan menyediakan penerbangan internasional tersebut menarget minimal 80 persen load factor agar berkelanjutan. Jika tak bisa memenuhi itu, maka bukan tak mungkin AirAsia akan menghentikan penerbangan internasionalnya dari Bandara Syamsudin Noor.
Penerbangan perdana internasional ini sebagai patokan utama agar terus berkelanjutan. Terlebih dengan semakin banyak penumpang, baik yang datang maupun berangkat, maka status bandara internasional pun tak akan lagi dihapus. Bahkan, akan banyak maskapai lain membuka penerbangan internasional.
Sebaliknya, jika tingkat load factor internasional ini tak tercapai, risikonya maskapai akan membatalkan penerbangan mereka. “Jangan sampai ini terjadi. Target ini harus tercapai di bulan pertama,” tekan kata Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi, beberapa waktu lalu.
Maskapai AirAsia rencananya beroperasi empat kali dalam sepekan. Pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu. Di keberangkatan perdana nanti, dijadwalkan mulai pukul 10.15 Wita.
Status Bandara Syamsuddin Noor ini akhirnya kembali bercap bandara internasional setelah sebelumnya sempat dicabut pada 2 April 2024 lalu berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional. Kembalinya status bandara internasional ini ditandai dengan keluarnya keputusan resmi dari Menteri Perhubungan pada 7 Mei 2025 lalu. Keputusan itu dituangkan dengan surat bernomor KM 30 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 7 Mei 2025 oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Dalam surat keputusan itu, Kemenhub memberikan catatan penting jika dalam waktu 24 bulan berturut-turut tidak terdapat kegiatan penerbangan luar negeri, Direktur Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan evaluasi terhadap penetapan status internasional ini.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief