Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Politeknik Hasnur Latih Guru Pesantren Digital

Nurhidayat • Selasa, 23 September 2025 | 05:30 WIB
BERSAMA: Dosen dan Mahasiswa Politeknik Hasnur bersama peserta  di Pesantren Al-Amin Baidawi usai pelatihan literasi digital.
BERSAMA: Dosen dan Mahasiswa Politeknik Hasnur bersama peserta di Pesantren Al-Amin Baidawi usai pelatihan literasi digital.

BARITO KUALA – Politeknik Hasnur melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Al-Amin, Desa Beringin, Kabupaten Barito Kuala. Program ini berlangsung Juni hingga September 2025 dengan fokus pada peningkatan kompetensi guru dan pengurus pesantren melalui literasi digital untuk pembelajaran dan pemasaran.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kemendikbudristek melalui skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula Tahun Anggaran 2025.

Direktur Politeknik Hasnur sekaligus Ketua Pelaksana Program, Tesdiq Prigel Kaloka, M.Si, menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan guru dalam teknologi pembelajaran, mengimplementasikan platform Learning Management System (LMS), serta mengembangkan strategi pemasaran digital.

“Kami ingin memberdayakan guru dan pengurus agar tidak hanya mengajar lebih interaktif, tapi juga mampu mempromosikan pesantren secara mandiri,” ujarnya.

Pesantren Al-Amin sendiri telah berdiri sejak 1982 dan kini menaungi lebih dari 300 santri. Meski potensinya besar, pesantren ini masih terkendala pemanfaatan teknologi, baik dalam pembelajaran maupun promosi penerimaan santri baru. Media sosial yang dimiliki juga belum dikelola secara optimal.

Program dilaksanakan dalam beberapa tahap. Dimulai dengan observasi kebutuhan, dilanjutkan dengan pelatihan intensif yang meliputi analisis konsumen, strategi pemasaran konvensional dan digital, copywriting, manajemen media sosial, serta pembuatan konten dan iklan digital. Selain itu, guru dilatih menggunakan LMS untuk menunjang pembelajaran sehari-hari.

Tahap evaluasi dilakukan dengan mengukur keberhasilan pelatihan, sekaligus membentuk tim internal pesantren yang bertugas mengelola LMS dan media sosial. Tim pengabdi juga menyiapkan panduan operasional untuk menjamin keberlanjutan program.

Pimpinan Pesantren Al-Amin, Baidawi, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Ilmu yang diberikan bukan hanya teori, tetapi praktik langsung. Kami kini lebih percaya diri menggunakan teknologi untuk mengajar dan mempromosikan pesantren ke luar daerah,” ungkapnya.

Melalui program ini, Politeknik Hasnur berharap Pesantren Al-Amin dapat menjadi contoh lembaga pendidikan Islam modern yang mandiri, berdaya saing tinggi, serta berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan ke-9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.

Editor : Nurhidayat
#barito kuala #Politeknik Hasnur #dosen dan mahasiswa #pengabdian masyarakat