AMUNTAI – Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Hero Setiawan menghadiri sekaligus membuka resmi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat bagi Pengrajin Bakul Nilon yang dilaksanakan di Desa Telaga Bamban dan Desa Tabalong Mati, Kecamatan Amuntai Utara.
Kegiatan berlangsung pada 22–25 September 2025 ini diikuti 80 peserta, masing-masing desa mengirimkan 40 orang pengrajin bakul nilon.
Pelatihan terselenggara atas kerja sama Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin dengan Pemkab HSU melalui Dinas Sosial.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan, desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Fokus utama pelatihan adalah peningkatan keterampilan teknis, inovasi produk, serta strategi pemasaran, pengemasan, dan akses pasar bagi para pengrajin bakul.
Hero menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BBPPKS Banjarmasin atas dukungan terhadap masyarakat HSU.
“Terima kasih kepada BBPPKS Banjarmasin yang telah memilih Desa Telaga Bamban dan Desa Tabalong Mati sebagai lokasi pelatihan. Ini bukti nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Hero juga menekankan pentingnya memanfaatkan pelatihan secara optimal. Menurutnya, bakul nilon memiliki potensi ekonomi besar jika dikelola dengan inovasi, kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat.
“Produk lokal seperti bakul nilon bisa menjadi unggulan dan bersaing di pasar luas. Karena itu, para peserta harus terbuka terhadap gagasan kreatif agar usaha ini berkelanjutan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten HSU, Surya Supi menuturkan Pemkab HSU berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat, termasuk pengrajin kecil dan pelaku UMKM, melalui berbagai program peningkatan kapasitas.
“Mari bersama-sama membangun daerah ini dengan semangat gotong royong. Pemerintah daerah siap mendukung inisiatif masyarakat yang membawa manfaat bagi kesejahteraan bersama,” ajaknya.
Diharapkan, melalui pelatihan ini, pengrajin bakul nilon di Desa Telaga Bamban dan Desa Tabalong Mati dapat semakin mandiri, inovatif, serta berdaya saing, sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga dan daerah.
Acara pembukaan berlangsung sederhana dan wabup hadir secara resmi membuka pelatihan bakul nilon.
Editor : Fauzan Ridhani