Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Film Animasi Jadi Media Penyuluhan Kader Posyandu

Nurhidayat • Selasa, 16 September 2025 | 12:02 WIB

FOTO BERSAMA: Foto bersama dosen, PLP, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama 110 kader Posyandu Balita Kecamatan Anjir Pasar usai pelatihan media animasi.
FOTO BERSAMA: Foto bersama dosen, PLP, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama 110 kader Posyandu Balita Kecamatan Anjir Pasar usai pelatihan media animasi.

BARITO KUALA – Sebanyak 110 kader Posyandu Balita di Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, mengikuti pelatihan pemanfaatan media film animasi sebagai sarana penyuluhan kesehatan, khususnya untuk pencegahan stunting pada anak.

Kegiatan ini merupakan rangkaian program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) 2025 yang dilaksanakan dosen, PLP, dan mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin sejak Mei hingga Oktober 2025. Materi yang diberikan mencakup pengetahuan kesehatan gigi, gizi seimbang, serta keterampilan menggunakan media animasi dalam penyuluhan.

Menurut penelitian, media animasi dinilai lebih menarik, mudah dipahami, dan membantu kader mengingat informasi karena menggabungkan visual dan audio interaktif. Hal ini terbukti dari hasil kegiatan, yang menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader. Pengetahuan gizi dan kesehatan gigi meningkat dari 15 orang (13,6%) menjadi 101 orang (91,8%), sedangkan keterampilan penyuluhan dengan media animasi naik dari 30 orang (27,3%) menjadi 105 orang (95,5%).

Emilda Sari SSiT MKes bersama tim dosen, yakni Ida Rahmawati SKM MPH, Meggy Wulandari Kai STrKep MTrKep, dan Descyana Hakim STE menjelaskan bahwa berdasarkan laporan Puskesmas Anjir Pasar, prevalensi stunting di wilayah tersebut tercatat sebesar 14,5%. Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata nasional 21,6% menurut survei status gizi 2022, namun masih menunjukkan hampir satu dari tujuh balita mengalami stunting.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap kader mampu menjadi agen perubahan di masyarakat, sehingga angka stunting di Kecamatan Anjir Pasar dapat terus menurun,” tutur Emilda.

Monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan agar kader aktif memanfaatkan media animasi dalam kegiatan penyuluhan kesehatan di posyandu.

 

Editor : Nurhidayat
#kader Posyandu #POLTEKKES #barito kuala #dosen dan mahasiswa #pengabdian masyarakat