Peristiwa tersebut menghanguskan empat rumah milik warga setempat.
Kepala Pelaksana BPBD HST, Ahmad Apandi, membenarkan kejadian tersebut.
“Api cepat membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari kayu. Namun, berkat kesigapan petugas gabungan bersama relawan dan masyarakat, api berhasil dipadamkan sepenuhnya,” ujarnya.
Adapun empat rumah yang terdampak adalah milik Lukacil (1 KK, 1 jiwa), Suryadi (1 KK, 4 jiwa), Aris Fadilah (1 KK, 5 jiwa), dan Jannah (1 KK, 1 jiwa).
Tiga rumah terbakar habis, sedangkan satu lainnya rusak hingga 80 persen. Seluruh dokumen penting milik warga turut musnah terbakar.
Meski kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” tambah Apandi.
Pemadaman melibatkan personel TRC BPBD HST, Tagana, TNI, Polri, Damkar HST, relawan, BPK/PMK (Balakar 654), serta masyarakat setempat.
“BPBD bersama tim gabungan akan terus berkoordinasi untuk memberikan bantuan darurat bagi para korban, terutama terkait kebutuhan dasar dan tempat tinggal sementara,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno