Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemberdayaan Kader Posyandu Remaja untuk Cegah Pernikahan Dini

Nurhidayat • Minggu, 14 September 2025 | 05:51 WIB

BERSAMA: Dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin saat memberikan pelatihan kader posyandu remaja di Desa Warga Luar, Kecamatan Aluh-Aluh,
BERSAMA: Dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin saat memberikan pelatihan kader posyandu remaja di Desa Warga Luar, Kecamatan Aluh-Aluh,
BANJAR – Kehamilan remaja masih menjadi tantangan serius kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banjar. Untuk itu, tim dosen dan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama pemerintah desa dan puskesmas menggelar program pengabdian masyarakat di Desa Warga Luar, Kecamatan Aluh-Aluh, Kamis (14/8/2025). 

Kegiatan bertema “Pemberdayaan Kader Posyandu Remaja dalam Pendewasaan Usia Perkawinan dan Pencegahan Kehamilan Remaja”. Diikuti 25 peserta dari kader posyandu remaja, kader posyandu balita, serta remaja putri desa setempat. 

Melalui kegiatan ini peserta kader dibekali dengan pemahaman risiko pernikahan usia dini dan keterampilan penyuluhan kesehatan reproduksi. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan studi kasus yang dekat dengan kondisi sosial setempat.

Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta cukup signifikan. Sebelum pelatihan, hanya 32 persen kader memiliki pemahaman baik, namun setelah kegiatan angka tersebut naik menjadi 72 persen. Para kader juga mulai mampu menyampaikan materi pendewasaan usia perkawinan dalam kegiatan posyandu remaja.

“Dengan pelatihan ini, kader bisa menjadi garda terdepan melindungi remaja dari risiko pernikahan dini dan kehamilan usia muda,” ujar Dosen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Hapisah, S.Si.T., MPH.

Selain Hapisah, kegiatan ini juga melibatkan dosen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin lainnya, yakni Rusmilawaty, SKM., MPH, Rafidah, S.Si.T., M.Kes, dan tiga orang mahasiswa yaitu Ayu Pratiwi Ningsih, Dian Sabti Martiny J, dan Risa’atun Noor Rizky Khumaira.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, puskesmas, dan kader posyandu diharapkan memperkuat upaya pencegahan kehamilan remaja berbasis komunitas. Lebih jauh, program ini bisa menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kalimantan Selatan.

 

Editor : Nurhidayat
#cegah pernikahan dini #kader Posyandu #POLTEKKES #Jurusan Kebidanan #dosen dan mahasiswa #pengabdian masyarakat