Program ini menargetkan 2.159 siswa SD dan SMP sederajat di kelas 4, 5, dan 9 yang berusia 11-15 tahun.
Program yang berlangsung sejak Agustus dan ditargetkan rampung September ini melibatkan seluruh Puskesmas di delapan kecamatan di Balangan.
Baca Juga: Kontingen Kalsel Siap Tempur di PORNAS Korpri Palembang
Petugas melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah agar cakupan vaksinasi semakin luas.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Balangan Juhriadi menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang menjadi program nasional.
"Imunisasi HPV diberikan untuk mencegah kanker serviks sejak dini. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia," ujarnya, Jumat (12/9/2025).
Baca Juga: Kakanwil Kemenkum Kalsel Dorong Pembentukan Posbankum di Kabupaten Banjar
Pemberian vaksin HPV saat usia anak lebih efektif dalam membangun sistem imun terhadap virus penyebab kanker serviks. Juhriadi menekankan pentingnya dukungan orang tua agar anak tidak melewatkan kesempatan ini.
Pengelola Program Imunisasi Dinkes Balangan Yuspiteriandi menyebutkan hingga saat ini sudah 1.353 anak yang menerima vaksin dari total dosis yang disiapkan sebanyak 2.177.
Yuspit mengingatkan vaksin ini tergolong mahal jika diakses secara mandiri di luar program pemerintah.
Baca Juga: Permudah Akses Keadilan, Posbankum akan Hadir di Seluruh Kelurahan Kota Banjarbaru
"Kalau di luar program, biayanya bisa mencapai jutaan rupiah. Maka dari itu, manfaatkan kesempatan ini. Jangan sampai anak kehilangan haknya hanya karena termakan isu hoaks soal vaksinasi," ujarnya.
Ia menegaskan vaksin HPV telah melalui uji keamanan dan terbukti efektif mencegah infeksi virus penyebab kanker serviks.
"Manfaatnya memang tidak langsung terasa sekarang. Tapi ketika anak-anak ini tumbuh dewasa, mereka akan punya perlindungan lebih baik terhadap risiko kanker serviks," tambahnya.
Dinkes Balangan berharap seluruh sasaran tercapai sebelum masa pelaksanaan berakhir. (*)
Editor : M. Ramli Arisno