Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemberdayaan Keluarga Jadi Strategi Tekan Hipertensi

Nurhidayat • Kamis, 11 September 2025 | 16:32 WIB
MOMEN: Tim Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama warga Desa Pasar Jati dalam kegiatan edukasi pencegahan hipertensi melalui pemberdayaan keluarga.
MOMEN: Tim Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama warga Desa Pasar Jati dalam kegiatan edukasi pencegahan hipertensi melalui pemberdayaan keluarga.

MARTAPURA – Poltekkes Kemenkes Banjarmasin kembali melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan sasaran warga Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Kegiatan ini berfokus pada edukasi pencegahan hipertensi melalui metode pemberdayaan keluarga.

Program dipimpin oleh Dr. H. Parellangi, S.Kep., Ns., M.Kep., M.H. bersama tim dosen Hammad, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Ainun Sajidah, S.Kep., Ns., M.Biomed., serta didukung tiga mahasiswa Jurusan Keperawatan. Mereka berupaya membangun perilaku hidup sehat dalam keluarga sebagai langkah awal menekan angka hipertensi.

“Semoga kegiatan ini dapat memotivasi warga Desa Pasar Jati untuk mencegah hipertensi bersama keluarga, sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat,” ujar Parellangi.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel mencatat, prevalensi hipertensi pada 2022 mencapai 55,8%. Kabupaten Banjar menempati urutan kedua tertinggi di Kalimantan Selatan dengan angka kesakitan 90,3%. Mayoritas kasus didominasi perempuan dengan persentase 91,5% yang mendapatkan pelayanan kesehatan.

Kegiatan pengabdian dilakukan dalam dua tahap. Pertemuan pertama diawali dengan pre-test dan diskusi mengenai faktor risiko lingkungan serta perilaku penyebab hipertensi. Pada pertemuan kedua, peserta mendapatkan penyuluhan pencegahan penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan sederhana, seperti pengukuran tekanan darah, tinggi, dan berat badan, serta post-test.

Evaluasi juga dilakukan dengan melibatkan kader posyandu. Mereka dilatih melakukan pendataan warga berisiko hipertensi melalui screening dan pemanfaatan dukungan keluarga. Pendampingan aktif pun diteruskan hingga ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Fokus utama kami adalah meningkatkan pengetahuan keluarga pendamping dan kader PTM melalui edukasi kesehatan yang holistik,” jelas Hammad.

Dengan meningkatnya kapasitas kader dan keluarga dalam mengenali serta merespons hipertensi, diharapkan angka komplikasi dan kesakitan dapat ditekan. Kolaborasi keluarga dan kader terbukti menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat desa.

Editor : Nurhidayat
#martapura #pengabdian masyrakat #POLTEKKES #dosen dan mahasiswa #pencegahan hipertensi