Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menu MBG Di MTSN 2 Amuntai Dikeluhkan Basi, Lauk Ikan dan Ayam Berbau Tidak Sedap

M Akbar Radar Banjarmasin • Kamis, 11 September 2025 | 11:29 WIB
LOKASI: Sekolah MTsN 2 Amuntai Kecamatan Amuntai Tengah. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)
LOKASI: Sekolah MTsN 2 Amuntai Kecamatan Amuntai Tengah. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)

AMUNTAI – Ada orang tua murid di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengeluhkan kualitas makanan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan ini datang dari sekolah di bawah naungan Kementerian Agama RI maupun sekolah yang berada di bawah Pemerintah Kabupaten HSU.

Keluhannya berupa sayuran dalam kondisi basi, lauk ayam dan ikan berbau tidak sedap.

Kepala MTs Negeri 2 Amuntai, Siti Lamsinah membenarkan adanya keluhan tersebut. Ia menyampaikan bahwa makanan yang disalurkan oleh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Sungai Malang memang pernah ditemukan dalam kondisi tidak layak. “Selama program MBG berjalan, memang ada makanan basi seperti sayur yang lengket dan lauk ikan yang berbau. Penyebabnya kita tidak tahu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jumlah siswa MTsN 2 Amuntai mencapai 867 orang, dengan 319 siswa kelas VIII berada di Tabasan, Kecamatan Haur Gading. Sementara 548 siswa lainnya berlokasi di Kelurahan Sungai Malang. “Keluhan kemungkinan besar dari siswa di lokasi Tabasan. Harus ada perbaikan layanan dari pihak penyedia,” harapnya.

Kepala Kemenag HSU, Nahdiyatul Husna menjelaskan pihaknya sudah menyampaikan keluhan para orang tua pada rapat evaluasi bersama pemerintah daerah dan pihak penyedia MBG. “Posisi kami saat ini, hanya sebagai penyuplai data siswa. Terkait kondisi lapangan, kami tidak memiliki otoritas langsung. Kecuali menyampaikan masukan dalam setiap evaluasi,” ujarnya.

Namun, sebagai instansi yang bertanggung jawab dalam proses pendidikan, tentu pihaknya berharap program MBG ini berjalan sesuai harapan, dan benar-benar memberi manfaat bagi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HSU, Rahman Heriadi menyampaikan terkait keluhan makanan yang kurang layak dikonsumsi memang ada laporan.  “Kami tidak ada otoritas untuk masuk ke ranah SPPG. Kami hanya bisa memberikan masukan dan evaluasi dengan pihak terkait, seputar SPPG di daerah ini,” ujarnya.

Rahman juga mengimbau kepala satuan pendidikan untuk melaporkan ke pihak dinas temuan di lapangan, seperti makanan yang tidak layak atau basi. “Jangan takut untuk melaporkan setiap keluhan seputar MBG di lapangan. Demi perbaikan dan evaluasi pihak pelayanan SPPG ke depannya,” pesannya.

Kapolda Kalsel Tinjau SPPG di Tabalong

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan meninjau pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tabalong di Jalan Dr Murjani, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Rabu (10/9). Ia menyampaikan pembangunan SPPG langkah nyata Polri mendukung program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta memperkuat ketahanan bangsa melalui generasi yang sehat dan unggul. “Ini ditujukan untuk memberikan layanan makanan bergizi yang dapat diakses masyarakat luas. Sasaran utamanya anak-anak sekolah, santri madrasah, balita di posyandu, ibu hamil, hingga masyarakat yang membutuhkan asupan gizi seimbang," katanya.

Pembangunan SPPG tidak hanya dilakukan di Tabalong. Tapi, juga sedang dibangun di seluruh Polres jajaran Polda Kalsel. “Dengan adanya SPPG di setiap kabupaten, distribusi dan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat akan semakin optimal dan merata," cetusnya.

"Harapan kami, pembangunan ini bisa menjadi solusi nyata untuk meningkatkan ketahanan gizi masyarakat di Kalsel,” tambahnya.(mar/ibn/gr/dye)

Editor : Arief
#Sekolah #makan #Hulu Sungai Utara #Mbg