Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pendulang Intan Dapat Penyuluhan Jamur Kuku

Nurhidayat • Kamis, 11 September 2025 | 08:12 WIB

FOTO BERSAMA: Dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin foto bersama usai memberikan penyuluhan kepada pendulang intan tentang pencegahan infeksi jamur kuku.
FOTO BERSAMA: Dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin foto bersama usai memberikan penyuluhan kepada pendulang intan tentang pencegahan infeksi jamur kuku.



BANJARBARU – Dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Teknologi Laboratorium Medis melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berupa penyuluhan kesehatan bagi pendulang intan di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini difokuskan pada edukasi mengenai penyakit jamur kuku yang banyak dialami para pendulang.

Sebanyak 29 pendulang intan dibawah koordinasi Bapak Saprudin mengikuti kegiatan ini dengan seksama. Mereka terdiri dari 5 perempuan dan 24 laki-laki. Hasil observasi menunjukkan seluruh peserta mengalami gejala infeksi jamur kuku, dengan rincian 72 persen kategori ringan dan 28 persen kategori lanjut.

Kegiatan PKM dilakukan dalam dua tahap, yaitu penyuluhan dan observasi pada tahap pertama, kemudian monitoring dan evaluasi pada tahap kedua. Pada tahap evaluasi, tim juga membagikan sabun cuci tangan dan obat antijamur kepada pendulang intan.

Dosen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Dra. Ratih Dewi Dwiyanti, M.Kes., Dr. Leka Lutpiatina, S.KM., M.Si., dan Aima Insana, S.Si., M.Si. Mereka didampingi mahasiswa, yaitu Muhammad Fadillah, Muhammad Kastalani, Raisa Fadlilatus Syifa, Rizka Maulida, dan Siskha Mutia Rahmi.

Menurut Dra. Ratih Dewi Dwiyanti, penyuluhan ini penting untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. “Penyuluhan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan pendulang tentang infeksi jamur kuku serta cara pencegahannya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil kuesioner, terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai penyakit jamur kuku. Selain itu, pemberian obat juga membantu menurunkan angka infeksi pada sebagian pendulang.

Tim PKM menilai kegiatan edukasi kesehatan serupa masih sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya bagi kelompok pekerja yang rentan terhadap infeksi jamur akibat lingkungan kerja yang lembap seperti para pendulang intan ini.

Editor : Nurhidayat
#banjarbaru #POLTEKKES #dosen dan mahasiswa #penyuluhan