BANJARMASIN – Meski dipastikan dikerjakan mulai tahun ini, hanya satu saja ditangani Pemprov Kalsel dari tiga titik ruas jalan alternatif Banjarbaru-Batulicin yang dinilai titik rawan kecelakaan.
Tepatnya hanya di trase Bunglai.
Dua trase lain, Gunung Papua dan Kelok 12, bukan ditangani mereka.
“Untuk trase di Kelok 12 dan Gunung Papua ditangani Balai Jalan (Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Kalimantan, red),” terang Plt Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kalsel, Robby Cahyadi.
Bina Marga Dinas PUPR Kalsel akan mengubah trase jalan hingga satu kilometer.
Dari kelokan tajam yang merupakan turunan, akan diubah menjadi jalan lurus.
“Desainnya seperti itu. Ini untuk menghindari kecelakaan yang sangat rawan di trase tersebut,” paparnya.
Meski demikian, untuk bisa mengubah bentuk jalan tersebut, pihaknya masih menunggu izin dari Kementerian Kehutanan.
“Karena kawasan tersebut adalah hutan. Kami masih menunggu izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Kehutanan. Kalau sudah beres akan langsung dikerjakan,” terangnya.
Robby menambahkan, dari hasil kaji ulang terhadap trase jalan tersebut, ada beberapa bagian jalan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Dari kesimpulan secara teknis, baik dari sisi kelandaian maupun tikungan, perlu dilakukan modifikasi,” jelasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi menerangkan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di ruas jalan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sudah ada melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi pemasangan fasilitas keselamatan jalan.
Fasilitas ditambahkan meliputi rambu lalu lintas, marka jalan, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), pagar pengaman jalan (guardrail), Zona Selamat Sekolah (ZoSS) hingga fasilitas penyeberangan pejalan kaki.
“Nanti berbarengan dengan penanganan yang dilaksanakan. Termasuk pengurusan sejumlah perizinan terkait jalan yang masuk kawasan hutan di sana,” kata Fitri.
Seperti diketahui, kecelakaan lalu lintas sering terjadi di ruas jalan ini.
Teranyar, sebuah mobil dikendarai Amalia terguling di wilayah Bunglai, Kabupaten Banjar, Minggu (17/8).
Mobilnya bahkan hampir masuk ke jurang usai terpental sejauh sekitar enam meter dari badan jalan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas di jalan ini.
Dari laporan yang tercatat sejak Januari hingga 13 Agustus 2025, sudah ada sembilan peristiwa kecelakaan yang ditangani oleh DPKP Kabupaten Banjar.
Paling banyak terjadi pada Agustus, yang titik kejadiannya di sekitar wilayah Bunglai, Gunung Papua, dan Kelok 12.
Mayoritas kecelakaan adalah kendaraan roda empat yang tergelincir atau terjun ke jurang.
Jalur ini semakin rawan ketika di malam hari, dan cuaca yang tidak bersahabat.
Sebelumnya, dalam penanganan ruas jalan ini, pemerintah pusat rencananya akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp400 miliar.
Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar menegaskan pembangunan jalan ini menerapkan pola kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Pemerintah daerah menyiapkan dana APBD untuk desain dan sebagian konstruksi. Sementara sisanya akan ditanggung pemerintah pusat,” terang Roy.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief