Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Merasa Dianaktirikan, Warga RT 14 Desa Rampa Protes Jembatan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki

Jumain Radar Banjarmasin • Senin, 8 September 2025 | 19:16 WIB
RAWAN AMBRUK: Situasi jembatan saat dilalui masyarakat yang penuh hati hati di Desa Rampa Kotabaru. Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.
RAWAN AMBRUK: Situasi jembatan saat dilalui masyarakat yang penuh hati hati di Desa Rampa Kotabaru. Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.

KOTABARU – Warga RT 14, Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, mengeluhkan kondisi jembatan di permukiman mereka yang sudah rusak parah.

Hal ini disampaikan langsung kepada Radar Banjarmasin, Senin (8/9) siang.

Pantauan Radar Banjarmasin dilapangan, jembatan ini adalah akses utama warga desa.

Menurut mereka ini sudah lama tak tersentuh perbaikan, hingga beberapa kali memakan korban.

“Jembatan ini rawan ambruk. Anak-anak yang mau mengaji sering jatuh, sampai iqra-nya ikut nyemplung,” ungkap Edi, seorang warga setempat yang mewakili puluhan tetangganya.

Edi sendiri pernah menjadi korban jebolnya jembatan itu. Ia mengaku harus istirahat total selama tiga bulan karena luka parah, bahkan sampai terlihat tulangnya.

Warga sebenarnya sudah mengeluhkan hal ini kepada kepala desa, tapi respons yang didapat sangat minim.

“Kami merasa seperti dianaktirikan. Jangan mentang-mentang di ujung kampung, lalu tidak diperhatikan,” tutur Edi.

Selain sebagai akses jalan, jembatan ini juga punya peran penting bagi warga. Para nelayan biasa menggunakannya untuk bersandar, bahkan sering jadi tempat berkumpul warga.

Edi dan warga lainnya berharap pemerintah desa bisa segera turun tangan. Mereka siap bergotong royong andai saja ada bantuan material, minimal kayu.

“Kalau hanya mengandalkan dana dari kami, sangat terbatas,” keluh Edi.

Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Rampa, Samsir Alam saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin melalui Whatsapp, Senin (8/9) sore tidak menampik kondisi jembatan yang rusak.

Samsir berdalih perbaikan jembatan sudah masuk dalam rencana tahun ini.

“Kami sudah memesan tongkatnya, dan beberapa batang sudah datang,” jelasnya.

Samsir beralasan pengerjaan perbaikan lambat karena menunggu anggaran cair.

“Kami juga sudah sampaikan ke warga, termasuk RT dan kepala dusun, agar bersabar dulu menunggu anggaran keluar, langsung dibangun,” tutupnya.

Editor : Arif Subekti
#Kotabaru #Kalasel #pulau #Perbaiki #jembatan #rusak #laut #Desa #keluhan #Rusak Parah #memakan korban