Dinas Kesehatan berencana merelokasi Puskesmas Tebing Tinggi dari Desa Simpang Nadung ke lokasi baru di Desa Gunung Batu RT 3.
Keputusan ini diambil lantaran bangunan lama dinilai tak lagi representatif. Selain berada di lahan sempit, lokasi tersebut juga rawan banjir sehingga menghambat upaya pengembangan.
"Di lokasi sebelumnya, lahannya terbatas dan sering kebanjiran. Kondisi ini jelas tidak ideal untuk peningkatan layanan."
"Karena itu, kita pilih Gunung Batu yang lebih strategis dan aman," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Balangan, H Ahmad Sauki.
Letak Gunung Batu yang berada di tengah wilayah kecamatan dinilai lebih menguntungkan. Akses warga dari berbagai desa pun menjadi lebih mudah, khususnya bagi masyarakat di Desa Ju'uh dan sekitarnya.
Baca Juga: Titian Kampung Hijau 70 Persen Rampung, Warga Mulai Tersenyum Lega
"Puskesmas kita tempatkan di tengah agar lebih merata. Warga dari wilayah bawah bisa menjangkau dengan cepat, sementara masyarakat di daerah atas tetap kita layani lewat Pustu," ujarnya.
Bangunan lama di Simpang Nadung dipastikan tidak akan terbengkalai. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema pemanfaatan ulang sebagai Puskesmas Pembantu (Pustu), yang akan difokuskan melayani masyarakat di desa-desa terpencil di wilayah atas.
"Fasilitas di Simpang Nadung tetap kita gunakan. Diubah menjadi Pustu agar warga di desa seperti Ajung, Langkap, Simpang Bumbuan, hingga Mayanau tetap bisa mendapat layanan dasar tanpa harus turun ke bawah," ungkapnya.
Baca Juga: Tim KPJUT Banjarbaru Tata Kabel Semrawut Jalan Panglima Batur dengan Sistem Ducting
Dengan pengalihan fungsi ini, Dinas Kesehatan berharap distribusi layanan kesehatan tetap terjaga dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik di daerah yang mudah dijangkau maupun di pelosok.
"Intinya, layanan tidak kita tarik ke satu titik. Kita pastikan seluruh wilayah tetap terlayani, baik melalui Puskesmas maupun Pustu," tegas Sauki.
Relokasi ke Gunung Batu direncanakan tuntas dalam waktu dekat, seiring dengan kesiapan infrastruktur penunjang di lokasi baru. (*)
Editor : M. Ramli Arisno