AMUNTAI – Persoalan sampah di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kian mengkhawatirkan.
Rata-rata 95 ton sampah menumpuk setiap hari di TPA Tebing Liring, Amuntai Utara.
Tak tinggal diam, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai turun tangan membantu pemerintah daerah.
Mereka bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) HSU untuk mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah.
Wakil Ketua BEM STIA Amuntai, Khaidir Yahya, mengatakan edukasi dilakukan lewat pembagian stiker ke 100 desa di seluruh kabupaten.
“Stiker berisi panduan sederhana memilah sampah organik, anorganik, dan B3. Harapannya warga terbiasa memilah sampah sejak rumah. Jangan sampai HSU darurat sampah,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).
Namun, Khaidir menilai sosialisasi saja tak cukup tanpa dukungan fasilitas.
“Harus ada tempat sampah terpilah, bank sampah, dan kerja sama dengan pihak daur ulang agar program berjalan maksimal,” tambahnya.
Mahasiswa, lanjutnya, siap mengawal Perda Nomor 16 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah.
Kepala Desperkim-LH HSU, Ir Masrai Swahfajar Nejar, menyambut baik dukungan mahasiswa.
“Dengan kolaborasi ini, kami optimistis masalah sampah bisa lebih cepat diatasi. Ini bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap lingkungan,” katanya.
Editor : Eddy Hardiyanto