BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kian serius membina generasi muda.
Bahkan, Banjarmasin digadang-gadang bakal menjadi pilot project kewirausahaan pemuda tingkat nasional.
Hal ini ditegaskan Ketua Pansus Raperda Kepemudaan DPRD Kota Banjarmasin, Hendra.
Ia menyebut selama ini banyak program kepemudaan berjalan, namun belum memiliki payung hukum yang jelas.
“Raperda ini hadir sebagai jawaban. Dengan regulasi ini, pemuda bisa difasilitasi mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga akses permodalan,” ujarnya.
Menurut politisi PKS ini, problem utama anak muda saat ini bukan hanya pengangguran.
Tapi, juga minimnya keterampilan dan keterbatasan ruang usaha.
“Di sinilah peran perda, agar pemuda bisa berkontribusi aktif, kreatif, dan mandiri membangun kota,” tambahnya.
Hendra juga menegaskan DPRD siap memperjuangkan tambahan anggaran pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
“Biasanya hanya lima kali setahun, ke depan akan kita lipat gandakan. Artinya, makin banyak anak muda yang bisa ikut pelatihan,” tegasnya.
Kabid Pemuda Disporapar Kota Banjarmasin, M Syarif menuturkan fokus pembangunan pemuda diarahkan pada tiga hal: penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan.
“Pemuda Banjarmasin tidak cukup hanya cerdas secara intelektual. Mereka juga harus punya daya saing global, dengan bekal spiritual dan emosional yang kuat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, membina generasi muda tak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah.
Karena itu, pihaknya menggandeng Kemenpora, Pemko Depok, BUMN, BUMD, hingga swasta.
“Kalau semua pihak terlibat, pengembangan potensi pemuda akan lebih cepat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemko telah mencanangkan Kampung Pemuda di kawasan Banjarmasin Selatan.
Program ini akan diperluas ke lima kecamatan lain.
“Kampung pemuda akan menjadi wadah aktualisasi. Di sana ada workshop, pelatihan, hingga forum kepemimpinan. Harapannya, lahir generasi beriman, bertakwa, dan berkarakter sesuai visi misi wali kota,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto