Modus yang digunakan adalah membuat akun WhatsApp (WA) baru dengan foto dan nama pejabat yang baru dilantik, lalu menghubungi pegawai untuk meminta informasi sensitif, seperti nomor kontak bendahara pengeluaran.
Hingga Jumat (29/8/2025), setidaknya dua pejabat eselon II Pemkab Tala menjadi korban pencatutan identitas, yaitu Andris Evony, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Danoe Sulaiman, Kepala Satpol PP dan Damkar.
Andris mengingatkan agar masyarakat dan ASN berhati-hati. “Hati-hati penipuan. Ada yang mencatut gambar (foto) saya dan diduga mengarah pada penipuan,” ujarnya.
Menurut informasi, pelaku memasang foto resmi Andris dengan kopiah khas Tuntung Pandang di akun WA palsu. Dengan cara serupa, nama dan foto Danoe Sulaiman juga digunakan untuk menghubungi pegawai Satpol PP dan Damkar Tala.
Andris menegaskan agar semua pihak waspada jika ada nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai pejabat dan meminta data tertentu. “Jangan mudah percaya. Pastikan dulu kebenarannya,” imbaunya.
Sebagai informasi, pada Senin (25/8/2025) lalu, Bupati Tala H Rahmat Trianto melantik 15 pejabat eselon II. Sebagian besar merupakan pergeseran posisi, sementara dua orang promosi dari eselon III.
Para pejabat itu adalah Andris Evony, Danoe Sulaiman, Masturi (Asisten Ekobang), HM Mursyi (Kepala Dinas Nakeswan), H Bambang Kusudarisman (Kepala Bakesbangpol), Rudi Ismanto (Asisten Administrasi Umum), H Hairul Rijal (Kepala Diskumdag), M Syahid (Kepala Dinas PMD).
Lalu, Gentry Yuliantono (Sekwan), H Achmad Taufik (staf ahli), H Iwan Persada (staf ahli), Abdillah (staf ahli), HM Kusri (Kepala DKPP), Gusti Dwi Erzandi Kasuma (Kepala DPRKPLH), dan Budi Andrian Sutanto (Kepala DPMPTSP).
Editor : Sutrisno