Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Salurkan Bakat Penyanyi, Kompas Budaya HSS Gelar Lomba Nyanyi Dangdut Religi Islami

Salahudin Radar Banjarmasin • Rabu, 27 Agustus 2025 | 14:16 WIB

LATIHAN: Warga saat latihan menyanyi di studio Kompas Budaya HSS.
LATIHAN: Warga saat latihan menyanyi di studio Kompas Budaya HSS.
KANDANGAN – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Komunitas pencinta seni budaya (Kompas Budaya) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) akan menggelar Lomba Nyanyi Dangdut Religi Islami 2025. 

Ketua Kompas Budaya HSS, Iwan Sanusi mengatakan Lomba Nyanyi Dangdut Religi Islami 2025 ini sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat bernyanyi, khususnya lagu-lagu bernuansa Islami. 

“Lombanya akan digelar Jumat (29/8/2025) siang nanti di studio Kompas Budaya HSS di kawasan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSS,” ujarnya Rabu (27/8/2025).

Menurutnya, lomba ini juga sebagai ajang uji coba untuk menghadapi lomba yang dilaksanakan bulan November oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pamdi Kabupaten HSS.

“Untuk menyongsong hari jadi Kabupaten tahun 2025,” katanya.

Dari hasil pendaftaran gratis yang sudah ditutup, warga yang mendaftar cukup banyak dari enam kecamatan di Kabupaten HSS. Pendaftarnya mulai dari pelajar, wiraswasta, sampai penyanyi panggung.

“Ada 30 orang yang mendaftar terdiri 17 perempuan dan 13 laki-laki,” katanya.

Peserta diberikan kebebasan memilih salah satu dari 20 daftar lagu religi dangdut yang sudah disiapkan Kompas Budaya yaitu Sebujur Bangkai, La Ilaha Illallah, Kiamat, Tersesat, Keramat, Ghibah, Mirasantika, Habis Gelap Terbitlah Terang, Badai Fitnah, Judi.

Kemudian Perjuangan dan Doa, Ampunilah, Cintai Aku Karena Allah, Mataharinya Dunia, Jilbab Putih, Kota Santri, Dimana-Mana Dosa, Merdeka Membangun, Nusantara Bersatu, dan Kerukunan Beragama.

“Lagu boleh dibawakan dengan gaya Dangdut Original, D’Academy, atau aransemen sendiri. Lagu pria dapat dibawakan oleh peserta wanita, begitu pula sebaliknya. Musik pengiring dipersiapkan oleh masing-masing peserta,” kata Iwan.

Untuk menentukan pemenang lomba nanti, Kompas Budaya HSS menyiapkan tiga juri terdiri dari juri dari Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (Pamdi) HSS, penyanyi dangdut senior dari Banjarmasin dan juri dari hasil polling penonton.

“Tapi penilain pemenang lomba tetap memprioritaskan dari dua juri Pamdi dan penyanyi dangdut senior,” sebutnya.

Ke depan untuk terus menyalurkan bakat menyanyi warga, Kompas Budaya HSS rencananya akan rutin menggelar lomba serupa di tahun depan.

“InsyaAllah lomba-lomba menyanyi dangdut seperti ini akan rutin kami gelar,” tuturnya.

Editor : Sutrisno
#HSS #Kandangan #menyanyi