RANTAU – Petani di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, tak mau lengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Apalagi, di musim kemarau saat ini, sejumlah hotspot mulai terpantau di kawasan sekitar desa.
Junaidi, salah satu petani cabai Hiyung, mengatakan pihak desa sudah menyiapkan langkah antisipasi bersama relawan Desa Tangguh Bencana.
“Kami siap dengan peralatan. Di titik-titik rawan sudah dibuatkan sumur bor, ada lima titik bantuan dari Dinas Pertanian dan Dinas PUPR Tapin,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Selain itu, desa juga menambah satu unit mesin pemadam.
"Kini total ada tiga alat pemadam yang bisa digunakan warga bila api mendekat ke area perkebunan," ucapnya.
Meski begitu, Junaidi mengaku masih cukup tenang. Pasalnya, titik api yang muncul masih jauh dari kebun cabai warga.
“Ada beberapa titik hotspot, tapi jaraknya sekitar tiga kilometer dari perkebunan,” jelasnya.
Cabai Hiyung dikenal sebagai komoditas unggulan khas Tapin dengan tingkat kepedasan tinggi. Karenanya, ancaman karhutla selalu jadi kekhawatiran tersendiri bagi petani.
“Harapan kami, pemerintah dan masyarakat saling kerja sama, saling memperhatikan nasib petani, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang,” ujar Junaidi.
Editor : Arif Subekti