RANTAU – Rasa haru, bangga, dan bahagia bercampur jadi satu di hati Alvina Dhiya Kamila Faradisa (16), siswi SMA Negeri 1 Rantau. Putri pertama pasangan Zizi Efendi dan Rasyidah Pratiwi ini baru saja menorehkan sejarah.
Ia yang terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2025, sudah mengibarkan sang saka merah putih di Istana Negara 17 Agustus tadi.
Gadis kelahiran Banjarbaru, 2 April 2009 itu berdiri tegap di barisan pasukan 17 serpihan kiri pada upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta.
“Pengalaman yang sangat berharga. Saya bisa berjabat tangan langsung dengan pejabat negara dan tokoh-tokoh yang selama ini hanya saya lihat di televisi dan media sosial,” kata Alvina, Minggu (24/8/2025).
Lebih dari itu, Alvina mengaku punya keluarga baru. Ia berkawan erat dengan 76 pelajar terbaik dari seluruh provinsi Indonesia.
“Awalnya butuh penyesuaian, tapi lama-lama rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan jiwa korsa membuat kami kuat menjalani tugas sebagai Paskibraka Nasional,” ungkapnya.
Namun, di balik kebanggaan itu, ada tantangan yang tidak mudah.
“Saya jujur tidak pernah jauh dari orang tua selama ini. Harus berpisah 40 hari itu tantangan terberat. Tapi disitulah saya belajar mandiri,” ucapnya.
Di momen sakral itu, orang tua Alvina hadir langsung di Istana Negara. Dukungan mereka sejak awal seleksi hingga puncak pengibaran bendera menjadi sumber semangat tersendiri.
“Orang tua saya adalah motivasi terbesar,” ungkapnya.
Bagi Alvina, Paskibraka bukan sekadar tugas negara, melainkan jembatan menuju cita-cita. Ia bercita-cita mengikuti jejak sang ayah dengan menjadi anggota Polri, bahkan menargetkan Akademi Kepolisian (Akpol).
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan,” doanya.
Alvina juga berpesan untuk generasi muda Tapin agar berani bermimpi.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, taati orang tua dan guru, jauhi hal negatif, serta isi hari-hari dengan kegiatan positif. Itu modal utama,” katanya.
Kini, rasa cinta tanah air dan nasionalisme semakin tertanam dalam dirinya.
“Saya ingin terus melanjutkan dan mengembangkan pengalaman ini hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi saya, Paskibraka adalah awal dari perjalanan panjang untuk mengabdi kepada bangsa,” ujarnya.
Editor : Arif Subekti