Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BPBD Balangan Dirikan Posko Siaga Darurat Karhutla Hingga 30 September 2025

M Dirga • Jumat, 22 Agustus 2025 | 14:14 WIB

INSTRUKSI: Kepala Pelaksana BPBD Balangan H Rahmi saat memberikan arahan di Posko Induk Siaga Darurat
INSTRUKSI: Kepala Pelaksana BPBD Balangan H Rahmi saat memberikan arahan di Posko Induk Siaga Darurat
PARINGIN - BPBD Balangan mendirikan Posko Induk Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di halaman kantor BPBD untuk mencegah dan menangani dini potensi karhutla selama musim kemarau. Posko beroperasi hingga 30 September 2025 sebagai pusat kendali utama pemantauan situasi karhutla dan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan H Rahmi menegaskan posko menjadi pusat koordinasi respons cepat terhadap laporan asap atau titik api di seluruh wilayah. Tim Reaksi Cepat (TRC) ditempatkan di posko lengkap dengan armada tangki air dan perlengkapan pemadaman.

"Jika ada laporan asap atau titik api, petugas yang siaga di posko akan langsung bergerak ke lokasi," kata Rahmi, Jumat (22/8).

Baca Juga: Anggota DPRD HST Supriyadi Sebut DBH Rp 93,8 Miliar Berkah Tak Terduga dari Pusat

Posko didirikan setelah Pemkab Balangan menetapkan status siaga darurat karhutla berlaku 12 Agustus hingga 30 September 2025. Status ini bersifat dinamis dan dapat diperpanjang jika kondisi cuaca kering berlanjut.

Sebagian besar wilayah Balangan masuk kategori rawan karhutla, namun fokus utama pengawasan di dua kecamatan berlahan gambut. Dari delapan kecamatan, Lampihong dan Batumandi paling rawan karena karakteristik lahan mudah terbakar.

"Dari delapan kecamatan, hampir semuanya punya potensi kebakaran. Tapi yang paling rawan itu Lampihong dan Batumandi, karena lahannya mudah terbakar," jelas Rahmi.

Baca Juga: Hadiah HUT RI ke-80, PLN Kalselteng Wujudkan Pasang Baru Listrik bagi 80 Keluarga Prasejahtera Lewat Program LUTD

Beberapa pekan terakhir tercatat tiga kejadian kebakaran lahan di wilayah gambut berskala kecil. Insiden ini menjadi sinyal awal potensi ancaman lebih besar jika tidak diantisipasi dengan baik.

BPBD mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pemicu kebakaran seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Kewaspadaan tinggi diperlukan mengingat percikan api sekecil apa pun di musim kering dapat cepat membesar.

"Kami minta masyarakat lebih waspada. Sekecil apa pun percikan api di musim kering seperti sekarang bisa cepat membesar. Perhatikan juga informasi resmi agar tahu potensi bahaya di wilayah masing-masing," pungkas Rahmi.

Editor : M. Ramli Arisno
#karhutla Balangan #BPBD Balangan #Siaga Darurat #Posko Karhutla #kebakaran gambut