Kepala Pelaksana BPBD Balangan H Rahmi menegaskan posko menjadi pusat koordinasi respons cepat terhadap laporan asap atau titik api di seluruh wilayah. Tim Reaksi Cepat (TRC) ditempatkan di posko lengkap dengan armada tangki air dan perlengkapan pemadaman.
"Jika ada laporan asap atau titik api, petugas yang siaga di posko akan langsung bergerak ke lokasi," kata Rahmi, Jumat (22/8).
Baca Juga: Anggota DPRD HST Supriyadi Sebut DBH Rp 93,8 Miliar Berkah Tak Terduga dari Pusat
Posko didirikan setelah Pemkab Balangan menetapkan status siaga darurat karhutla berlaku 12 Agustus hingga 30 September 2025. Status ini bersifat dinamis dan dapat diperpanjang jika kondisi cuaca kering berlanjut.
Sebagian besar wilayah Balangan masuk kategori rawan karhutla, namun fokus utama pengawasan di dua kecamatan berlahan gambut. Dari delapan kecamatan, Lampihong dan Batumandi paling rawan karena karakteristik lahan mudah terbakar.
"Dari delapan kecamatan, hampir semuanya punya potensi kebakaran. Tapi yang paling rawan itu Lampihong dan Batumandi, karena lahannya mudah terbakar," jelas Rahmi.
Beberapa pekan terakhir tercatat tiga kejadian kebakaran lahan di wilayah gambut berskala kecil. Insiden ini menjadi sinyal awal potensi ancaman lebih besar jika tidak diantisipasi dengan baik.
BPBD mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pemicu kebakaran seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Kewaspadaan tinggi diperlukan mengingat percikan api sekecil apa pun di musim kering dapat cepat membesar.
"Kami minta masyarakat lebih waspada. Sekecil apa pun percikan api di musim kering seperti sekarang bisa cepat membesar. Perhatikan juga informasi resmi agar tahu potensi bahaya di wilayah masing-masing," pungkas Rahmi.
Editor : M. Ramli Arisno