AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus memperkuat komitmen dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp30 miliar.
Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dapur, operasional, hingga tenaga pengelola agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kadis Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara Rahman Heriadi, mengatakan, pemda menargetkan pembangunan 12 hingga 14 dapur MBG di titik strategis.
Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, siswa SD, SMP, SMA sederajat, hingga santri di pesantren. Total penerima manfaat diperkirakan mencapai 45.000 orang di Kabupaten HSU.
“Program ini bukan hanya soal konsumsi, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi sehat dan produktif,” ujar pada media ini, Kamis (21/8/2025)
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan tiga lahan strategis untuk percepatan pembangunan dapur MBG.
Lahan tersebut telah melalui survei dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PUPR guna memastikan pembangunan sesuai standar nasional.
Untuk menjamin kelancaran program, Pemkab HSU membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG pada 20 Agustus 2025.
Untuk satgas diketuai oleh Sekda HSU dengan dukungan penuh Forkopimda, meliputi Polres HSU, Kodim 1001 HSU/Balangan, Kejaksaan Negeri HSU, hingga BIN daerah.
Peran Satgas meliputi pengamanan distribusi, sosialisasi masyarakat, monitoring, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas anggaran.
Sementara itu, Sekda HSU Adi Lesmana mengatakan, saat ini, program MBG di HSU masih berada pada tahap persiapan teknis dan koordinasi lintas sektor.
Baca Juga: Sambut Kemerdekaan RI ke-80, XLSMART Ajak Warga Donor Darah Serentak di Kota-kota Besar Kalimantan
Pemkab optimis program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dengan memanfaatkan hasil pangan petani, nelayan, peternak, dan UMKM.
Dengan hadirnya Program MBG, Pemkab HSU berharap dapat meningkatkan kehadiran siswa di sekolah sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Editor : Arif Subekti