Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Capaian IKD di Kabupaten HSS Baru 7 Persen, Kesadaran Masih Rendah

Salahudin Radar Banjarmasin • Kamis, 21 Agustus 2025 | 12:12 WIB
JEMPUT BOLA : Disdukcapil HSS melakukan jemput bola aktivasi di DPRD Kabupaten HSS beberapa waktu lalu. Foto Disdukcapil HSS untuk Radar Banjarmasin
JEMPUT BOLA : Disdukcapil HSS melakukan jemput bola aktivasi di DPRD Kabupaten HSS beberapa waktu lalu. Foto Disdukcapil HSS untuk Radar Banjarmasin

KANDANGAN – Capaian aktivasi identitas kependudukan digital (IKD) atau KTP digital di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) baru mencapai sekitar tujuh persen.

Angka tersebut masih sangat jauh dari target Dirjen Dukcapil minimal 30 persen dari jumlah perekaman KTP-el.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) HSS, Rachmat menyampaikan dari 177.907 jiwa atau 99,44 persen yang sudah melakukan perekaman KTP-el.

Baru belasan ribu yang sudah melakukan aktivasi IKD atau KTP digital di Kabupaten HSS.

“Sampai hari Rabu (20/8/2025) yang sudah melakukan aktivasi IKD atau KTP digital baru 12.956 jiwa atau sekira tujuh persen. Laki-laki 5.844 jiwa dan perempuan 7.112 jiwa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (21/8/2025).

Dari 11 kecamatan se-Kabupaten HSS paling banyak yang sudah melakukan aktivasi IKD paling banyak di Kecamatan Kandangan sebanyak 3.196 jiwa.

Disusul Daha Selatan sebanyak 2.091 jiwa, Daha Utara 1.983 jiwa, Padang Batung 1.272 jiwa, Sungai Raya 1.130 jiwa, Simpur 725 jiwa, Angkinang 668 jiwa, Loksado 602 jiwa, Telaga Langsat 553 jiwa, Kalumpang 547 jiwa, dan Daha Barat 189 jiwa.

“Kecamatan Kandangan paling yang banyak sudah melakukan aktivasi KTP digital,” katanya.

Menurut Rachmat, masih rendahnya aktivasi IKD di Kabupaten HSS karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengaktivasi KTP digital dan tidak semua warga memiliki gawai atau handpone pintar.

“Dua faktor ini yang menjadi kendalanya,” sebutnya.

Meningkatkan warga melakukan aktivasi IKD, jajaran Disdukcapil Kabupaten HSS rutin melakukan jemput bola setiap bulannya sebanyak dua kali.

Ditambah melayani permintaan aktivasi dari desa, kecamatan dan instansi instansi terkait yang ingin melakukan aktivasi, sampai melakukan sosialisasi IKD.

Setiap jemput bola juga sekaligus pelayanan semua Adminduk.

“Kami juga memberikan pelatihan kepada perangkat desa supaya dapat melakukan aktivasi IKD, sehingga warga tidak perlu datang lagi ke kantor pelayanan Disdukcapil,” tambahnya.

Editor : Arif Subekti
#ktp #digital #hulu sungai selatan #Kalsel #Jauh #target #ikd