BANJARMASIN – Seiring ditetapkannya status Siaga Darurat Karhutla di Kalsel, para pemangku kebijakan menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla.
Korem 101/Antasari menyatakan pihaknya siap mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendukung penanggulangan karhutla di Kalsel.
Pasilat Korem 101/Antasari, Mayor Inf Budi Wibiksana menegaskan, personelnya siap digerakkan kapanpun jika dibutuhkan dalam penanganan karhutla.
“Apabila dibutuhkan, kami siap digerakkan. Baik untuk operasi pemadaman maupun patroli di wilayah rawan, kami akan memastikan pasukan dalam kondisi siap bergerak,” tegasnya.
Seluruh laporan situasi terkini dari lapangan akan diteruskan kepada Pangdam XXII/Tambun Bungai.
Hal ini sebagai bahan evaluasi dan dasar pengambilan keputusan.
“Korem 101/Antasari akan terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan langkah penanganan karhutla berjalan efektif,” katanya.
Ia menambahkan, jajaran TNI di wilayah Kalsel telah mempersiapkan personel dan peralatan yang diperlukan.
Termasuk mendukung pendirian posko serta operasi terpadu di kabupaten/kota.
“Sampai ini tidak ada masalah dari sisi kesiapan. Kami akan bergerak bersama dengan semua pihak untuk memastikan penanggulangan karhutla dilakukan cepat dan tepat,” tekannya.
Polda Kalsel juga menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla di Kalsel.
Perwira Menengah Administrasi (PALMA) Polda Kalsel, AKP Prima Pringgo menjelaskan sejak 7 Agustus 2025 tadi, Polda Kalsel telah melaksanakan Operasi Aman Nusa II Intan 2025. Operasi yang berlangsung selama 55 hari ke depan atau hingga akhir September itu, melibatkan sebanyak 565 personel gabungan dari Polda dan seluruh jajaran Polres/Polresta di wilayah hukum Polda Kalsel.
Posko utama di tingkat provinsi didirikan di Polda Kalsel di Banjarbaru.
Dengan pembagian personel untuk piket dan patroli.
“Sedangkan untuk posko di tingkat kabupaten/kota, pendiriannya sedang disesuaikan dengan arahan dari Mabes Polri yang baru diterbitkan awal pekan ini,” ujarnya.
Prima menerangkan, dalam mendukung koordinasi dan pelaporan, Polda Kalsel memanfaatkan aplikasi Lancang Kuning dan GWS yang terintegrasi di lingkungan Polri.
Dengan aplikasi ini, semua laporan akan terintegrasi dan akan cepat diambil keputusan.
Ia menambahkan, Polda Kalsel siap membantu pemerintah daerah dan instansi terkait dalam setiap tahap penanganan karhutla.
Mulai dari pencegahan, patroli, hingga penindakan.
“Kami siap bergerak bersama untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dari ancaman karhutla,” tegasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief